Informasi Data Covid-19 Kab. Solok 8 Juli 2020

JAYANTARA NEWS, Kab. Solok

Usai Pembab Solok melakukan sejumlah swab test, nyatanya terjadi peningkatan yang signifikan, yakni terkait dengan jumlah ODP tercatat sebanyak 2 orang, sedangkan PDP yang dirawat sebanyak 3 orang. Selanjutnya PDP yang dilakukan Isolasi Mandiri sebanyak 1 orang, dan pasien yang positif sebanyak 9 orang.

Tujuan pool test dilakukan untuk mengindentifikasi insiden Covid-19 d Kabupaten Solok.

Kabag Humas Kab. Solok Syofiar Syam, sejauh ini meninjau, di Kab. Solok sudah melakukan pool test, pemeriksaan kelompok dimana sampel individu di gabung menjadi satu kelompok.

“Unit Sampling, yaitu 1 orang per-KK per-rumah dengan jumlah keseluruhan sampel Kab. Solok sebanyak 1.684 orang yang dibagi menjadi 30 kluster (kelompok). 1 kluster terdiri dari 54-56 sampel,” terang Syofiar Syam.

Kabag Humas Kab. Solok menjelaskan, keterangan sekalian dengan data jumlah PDP dirawat adalah, perempuan, umur 45 tahun, alamat Nagari Muara Panas, dirawat di ruang isolasi RSUD M. Natsir dari tanggal 5 Juli 2020. Laki-Laki, umur 59 tahun, alamat Nagari Selayo dirawat di ruang isolasi RSUP M. Djamil Padang dari tanggal 7 Juli 2020. Laki- Laki, umur 65 tahun, alamat Nagari Peninggahan, dirawat di ruang isolasi RSUD M. Natsir, tanggal 7 Juli 2020. Sementara, keterangan PDP isolasi mandiri; 1 orang perempuan, umur 62 tahun, alamat Nagari Muara Panas, pasien masuk IGD RS. M. Natsir tanggal 22 Juni. Tetapi keluarga yang bersangkutan menolak dilakukan perawatan, dan juga menolak diambil test swabnya. Sekarang kondisi sudah mulai membaik, namun belum sembuh dan masih dalam pengawasan tenaga kesehatan, ujar Syofiar.

Terkait kasus positif, sampai sekarang total warga Kab. Solok yang positif Covid-19 sebanyak 9 orang. Yang terdiri dari; meninggal sebanyak 3 orang, sembuh 6 orang, Kecamatan Pantai Cermin, laki-laki 77 tahun, alamat Nagari Surian, meninggal dunia tanggal 21 April 2020.

Syofiar Syam menjelaskan lagi, perempuan umur 8 tahun, alamat Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, meninggal 24 Juni 2020, pasien merupakan rujukan dari RSUD Arosuka 22 Juni 2020. Sedangkan dilakukannya test, sebab tanggal 22 Juni 2020 di IGD RS M. Djamil, tercatat hasil Negatif (status ODP). Tanggal 23 Juni 2020 di ruang anak RS M. Djamil hasil Negatif (status ODP). Dan tanggal 24 Juni 2020 hasil Positif dan hasilnya keluar tanggal 26 Juni 2020 paginya, imbuhnya.

Syofiar Syam menambahkan, “Sejauh ini pasien Positif yang sudah sembuh, seorang perempuan umur 35 tahun, alamat Nagari Surian, kecamatan Pantai Cermin. Yang bersangkutan kontak erat dengan pasien Positif atas nama Syarifudin (anak), dinyatakan sembuh tanggal 10 Mei 2020 setelah melakukan pemeriksaan swab hasil Negatif sebanyak 2 kali test. Laki-oaki umur 41 tahun, alamat Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, kontak erat dengan Positif atas nama Syarifudin (menantu) dinyatakan sembuh tanggal 10 Mei 2020 setelah dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil Negatif sebanyak 2 kali test, urainya.

Selanjutnya laki-laki umur 3 tahun, alamat Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, dalam riwayatnya bersangkutan kontak erat dengan pasien Positif atas nama Syarifudin (cucu), dinyatakan sembuh tanggal 10 Mei 2020 setelah dilakukan test swab sebanyak 2 kali, kemudian perempuan umur 48 tahun, alamat Nagari Bukit Kanduang Kecamatan X Koto Diatas , riwayat perjalanan ke RSUD Padang Panjang tanggal 23 April 2020 dinyatakan sembuh setelah dilakukan test swab sebanyak 2 kali hasilnya Negatif, tanggal 13 Mei 2020 dan 22 Mei 2020.

Selanjutnya, laki-laki umur 44 tahun, alamat Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, yang bersangkutan erat dengan kasus konfirmasi Positif Kota Solok atas nama BAH dinyatakan sembuh tanggal 5 Juni 2020 setelah dilakukan test swab dengan hasil Negatif sebanyak 2 kali. Perempuan umur 52 tahun, alamat Nagari Surian kontak erat dengan pasien Positif atas nama Syarifudin (Istri) dinyatakan sembuh tanggal 9 Juni 2020 setelah dilakukan test swab dengan hasil Negatif sebanyak 2 kali.

Lebih jauh Syofiar Syam menjelaskan, terkait dengan pemeriksaan sudah dilakukan rapid test sebanyak 71 orang, dan test swab sebanyak 747 orang, jelasnya.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat No.180-378-2020 tanggal 7 Juni 2020, telah diberlakukan, Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (New Normal), di Provinsi Sumatera Barat. Untuk Kabupaten Solok berpedoman pada PERBUP No. 25 Tahun 2020 tanggal 3 Juni 2020, tentang pedoman pelaksanaan Pola Hidup Baru (New Normal) dalam rangka penanganan dan antisipasi Covid-19 di Kab. Solok sudah dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan dalam bentuk intruksi Bupati Solok, jelas Syofiar Syam.

Selanjutnya Kabag Humas menjelaskan, tanggal 1 Juli 2020 bertempat di Gedung Solok Nan Indah Arosuka, dilaksankan rapat evaluasi tentang pelaksanaan tatanan normal baru dan aman Covid-19.

Bupati Solok Gusmal masih dalam situasi New Normal dan masih harus memakai Protokol Kesehatan. Pemkab. Solok diperbolehkan melakukan kegiatan atau aktivitas, bukan berarti wabah telah berakhir.

Untuk itu Syofiar Syam menyampaikan, agar masyarakat harus waspada dan jangan sampai lengah terhadap Covid-19.

Untuk pembiayaan kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19 sejauh ini sudah ada aturan dan ketentuan yang mengatur tentang pelaksanaannya untuk itu setiap SKPD yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas covid-19.

Selanjutnya Kabag Humas menyampaikan, kegiatan monitoring edukasi dan sosialisasi agar kembali dapat dilaksanakan, untuk pelaksanaan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kab. Solok, jelasnya. (Aji)