Ais, Warga Cipongkor KBB Yang Heboh Mau Dihabisi Coba Temui Ridwan Kamil: Prosedurnya, Duh Alabatan..!

Pimpinan Umum JAYANTARA NEWS Agus Chepy Kurniadi, mendampingi Ais warga Cipongkor KBB

JAYANTARA NEWS, KBB

Nasib sial rupanya masih berpaling ke pemuda ‘harapan bangsa’ bernama Asep Imam Supratman yang akrab disapa Ais (27). Ia mengaku tinggal di Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sebagaimana diketahui, keberadaan Ais sejak dirinya melapor ke Polda Jabar per 9 Juni 2020 lalu, ini tersebab dirinya merasa terancam jiwanya melalui medsos akan dihabisi nyawanya oleh oknum RT di tempat tinggalnya:

“Pokoknya sejak lapor ke Polda Jabar (TBL No: LP/B/692/VI/2020/JABAR – 9/6/2020). Nih, tertulis ada dugaan Tindak Pidana UU ITE (UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik – ITE, Red).

Baca berita terkait :

– Ungkap Misteri Bansos COVID di Cipongkor KBB Berbuntut Ancaman Pembunuhan, Ais Lapor ke POLDA Jabar – https://www.jayantaranews.com/2020/06/58217/

– Warga Baranangsiang Cipongkor KBB, Angkat Suara: Ada MISTERI Bantuan Covid-19!!! – https://www.jayantaranews.com/2020/06/58003/

Herannya, baru pada awal Juli 2020 perkaranya dilimpahkan ke Polres Cimahi. “Saya bersabar saja, tokh yang saya minta ungkap saat itu cuma minta keterbukaan bapak Kades Baranangsiang dan perangkatnya,” jawab Ais ketika ditemui sedang menemui Pemimpin Umum JAYANTARA NEWS, Agus Chepy Kurniadi, di salah satu lokasi di Kota Bandung, pada Jumat malam (10/7/2020).

Dugaan Patgulipat

Kasus Ais ini cukup menarik, manakala negara dalam kondisi terbebani oleh wabah Covid-19 dan Bupati Bandung Barat AA Umbara Sutisna melalui Surat Edaran Nomor 978/1056/DPMD/2020 per-tanggal 28 April 2020, tentang Penanganan Wabah Covid-19 oleh Desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa TA 2020, khusus pada halaman 2 di lampiran Surat Edaran ini, yang beredar di masyarakat tercantum pada kolom No 1 (66) Cipongkor, Baranangsiang ada Pagu DD 2020 sebesar Rp1.890.975.000,00 dengan prosentase maksimal 35%, Pagu BLT-DD Maksimal Rp661.841.250,00, Biaya Umum Maksimal 1% Rp6.618.400,00 Target BLT (setelah dikurangi biaya umum) Rp655.222.850,00 Target KK Maksimal 364.

“Begini saja, Ais baru dapat ini Surat Edaran Bupati. Semoga saja dugaan Ais ke Pak Kades meleset tak terjadi patgulipat seperti anu biasa itu tea geuningan, inginnya clear semua. Faktanya, ini mah kakak saya dan orangtua saya hanya memperoleh masing-masing Rp.70 ribu dari perangkat RT saya (24/5/2020 – red), setelah Salat Ied. Ketika ditanyakan ke isteri Kades, tak memperoleh kepastian jawaban. Malah, melalui medsos oleh Pak RT yang terhormat, Ais mau dihabisi ini nyawaku. Oh, kenapa begini, Ais jadi takut ih? Makanya, Ais lapor ke Polda Jabar sekaligus minta perlindungan,” jelasnya sambil menekankan tanda heran menirukan suara Polisi di Polda Jabar –“Bukankah tokoh Pak RT seharusnya memberi contoh berperilaku baik? Ini malah berujar yang serem-serem ke warganya?”

Coba Temui Gubernur Jabar

Masih kata Ais yang tampak semakin capetang mengungkap kesialan yang dideritanya, kepada Agus Chepy Kurniadi pada pertemuan langka ini, ia secara tegas mengatakan:

”Aku mau ketemu Pak Gubernur Jabar Kang Emil. Karena seharusnya nih, Pak Bupati KBB Bapak AA Umbara Sutisna sebaiknya memanggil Ais. Yang terjadi malah seperti tak mau dengar aspirasi warganya,” ujar Ais dengan menambahkan – “Kenapa sih sampai menutup diri Pak AA Umbara yang Ais hormati? Makanya, ke Kang Emil ini usahanya sekarang…siapa tahu? Kalau perlu ke Pak Presiden…”

Dituturkan lebih jauh setelah Ais pada minggu lalu nekad menemui Gubernur Jabar di Rumah Dinas Gedung Pakuan Jl. Oto Iskandardinata No. 1.

“Kata Pak RK (sapaan Ridwan Kamil) di medsos, siapa pun warga Jabar bisa ke rumah Gedung Pakuan ini. Eh, nyatanya aku ditanya-tanya ini itu sama Satpam, sampe kesel, bete lagi. Terakhir disuruh ke Humas di Gedung Sate Jalan Diponegoro. Ah, ketemu Pak RK itu ribet and susah banget ya?” ujarnya dengan penuh heran.

Rincian lanjutnya, Ais ketika di Humas Pemprov Jabar Gedung Sate pada Kamis, 9 Juli 2020 sekitar pukul 13.05 WIB seperti tertulis di buku tamu, ia didampingi pihak pengaman naik ke lantai 3 menemui pejabat Humas Kepala Sub Bagian Pelayanan Informasi: ”Namanya Bapak Akhmad Taufiqurachman, S.AP, tapi beliau tidak ada di tempat.”

Pengalaman Ais terakhir sebelum menemui Gubernur Jabar yang menurutnya ‘susah-susah, memang dipersusah’ pada Kamis itu ia disarankan membuat surat secara manual oleh anak buahnya Akhmad Taufiqurachman. Saran ini Ais turuti, hingga surat tangan itu selesai dan diberi amplop.

“Terakhir, surat berbungkus amplop ini dimasukkan ke gedung arsip. Entah, nanti surat ini bakal dibaca Kang Emil atau tidak, masih serba misteri ! Ya seperti dana Bansos Covid-19 yang penuh misteri, kalee. Harusnya warga dapat sedikitnya Rp.600 ribu, ini mah banyak di desaku cuman dapat Rp.70 atau Rp.100 ribu. Mau tanya dan minta transparansi, duh malah mau dibunuh …” tutup Ais yang dalam perjuangannya didampingi LSM PMPRI (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia), dan LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Negara).

Sekedar info dari 165 Desa di KBB

Nah, pembaca JAYANTARA NEWS yang budiman, dalam sub judul ‘Sekedar Info dari 165 Desa’ ini, yang tercantum di Surat Edaran Nomor 978/1056/DPMD/2020 dari Bupati Bandung Barat (28/4/2020), total ada 165 desa dari 16 kecamatan di KBB, sepertinya di atas kertas tampak oke-oke saja. Artinya, rata-rata semua warga mendapat bagian secara layak dalam hal penanganan wabah Covid-19.

Pengecekan dari Tim Redaksi ke lapangan pada 22 Juni, sepertinya sesuai yang dikatakan Ais, alias warga di Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, KBB, hanya memperoleh – seperti yang didapat kakak dan oragtua Ais sekitar Rp.70 sampai dengan Rp.100 ribu, atau ada pembeda lain dengan tambahan bantuan sembako (kardus – istilah setempat). Dan, pembagian ini menurut penduduk setempat dilakukan door to door oleh perangkat RT atau RW setempat.

Salah satu alasan yang mendorong Tim Redaksi hadir pada Senin, 22 Juni 2020 di Desa Baranangsiang, karena sebelumnya tersiar kabar bakal ada demo cukup besar warga akan mendatangi kantor desa. Faktanya, rencana demo ini pada hari itu menurut penduduk setempat diurungkan. Yang terjadi adalah acara dialog perwakilan warga dengan perangkat atau Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) setempat. Menurut kabar, acara dialog ini telah berlangsung, salah satunya katanya sedikit membahas masalah bantuan Covid-19 di desa ini.    

Kata beberapa penduduk di Desa Baranangsiang, pembagian dana ini dilakukan cenderung pada malam hari ketika menjelang dan sesudah hari Lebaran lalu (24/25 Mei 2020). Dan kabar terakhir dari Ais sendiri ketika bertemu dengan Agus Chepy Kurniadi:

”Sekarang mah katanya penyaluran bantuan dana Covid-19 atau semacamnya untuk warga Desa Bararangsiang, penduduk disuruh mengambilnya di kantor desa. Yang datang itu kebanyakan penduduk usia lanjut, nenek-nenek dan kakek-kakek, malah. Syukurlah ada perbaikan, tetapi masih belum transparan kata warga.”  

Kehadiran Tim Redaksi ke Desa Baranangsiang pada 22 Juni 2020 sejatinya ingin bertemu langsung dengan Kepala Desa Heri Puryanto yang berkali-kali dikontak melalui saluran telepon maupun SMS (WA) untuk konfirmasi perihal ini, kerap tak direspon. Begitu pun konfirmasi dari Tim Redaksi JAYANTARA NEWS ke Bupati KBB AA Umbara Sutisna, selalu tak memperoleh jawaban. (Tim)