Koperasi UMKM GP Sutra Alam Cipondok Sukaresik Butuh Lirikan Pemerintah

JayantaraNews.com, Tasikmalaya

Koperasi UMKM GP Sutra Alam yang dikelola oleh Giri Pribadi dan istrinya (Ratna) itu, baru berdiri sekira 7 bulan yang lalu.

Meski dalam pengelolaannya masih secara manual, namun sudah bisa memproduksi kain tenun sutra dari bahan baku ulat sutra.

Berawal dan terinspirasi oleh sebuah bentuk kepedulian, Giri, demikian sapaan akrabnya, tidak hanya berbisnis secara komersial saja, namun dalam kiprahnya, Koperasi UMKM GP Sutra Alam yang dinakhodainya lebih cenderung untuk membantu sesama. Terbukti, bahwa Giri dan sang istri dalam mengelola usahanya melibatkan anak-anak yang putus sekolah, terkhusus yang berada di sekitaran wilayahnya, yakni Kampung Cipanjang, Desa Cipondok, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Giri Pribadi, yang juga merupakan Kepala Desa Cipondok mengatakan,  “Anak-anak tersebut, selain menjadi anak asuh pondok pesantren (Ponpes) Arusdhi, yang aktivitas kesehariannya belajar mengaji hafidz dan al kitab, namun juga diberikan belajar menenun kain sutra,” katanya.

“Ada sebanyak 46 orang anak santriwan santriwati asuhan Ponpes Arusdhi ini, Pak. Yang 16 orang diberi kegiatan menenun kain sutra selepas belajar mengaji,” ujar Giri kepada JayantaraNews.com, Selasa (28/7/20), ketika disambangi di kediamannya.

Ketika dipertanyakan sampai sejauh mana kiprah dan manfaatnya bagi masyarakat sekitar, Giri mengatakan, “Alhamdulillah, mesin tenun yang ada di Ponpes tersebut bisa menghasilkan nilai plus bagi anak-anak putus sekolah. Ilmu agama didapatkan, penghasilan untuk bekal mereka juga didapatkan dari hasil menenun,” ulasnya.

Menurutnya, dalam seminggu, satu orang penenun bisa menghasilkan uang saku yang cukup untuk kehidupan sebulan, seorang remaja ABG. Juga bisa membantu orang tuanya, katanya.

Koperasi UMKM GP Sutra Alam ini sangat mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah maupun pihak swasta. Utamanya dalam memasarkan hasil tenunan yang dijadikan ikon industri tenun untuk Tasikmalaya bagian Utara. “Agar perkembangan sentra produksi kerjaninan kain tenun sutra tersebut bisa dikenal di luar maupun dalam negeri,” harapnya. (Tim)