Disnakeswan Check Kesehatan 4.340 Hewan Qurban Di Sumbawa

JayantaraNews.com, Sumbawa 

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kab. Sumbawa menurunkan tim ke lapangan untuk mengecheck kesehatan hewan qurban yang akan disembelih masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah pada 31 Juli 2020.

“Kita turunkan tim ke lapangan untuk mengecheck kesehatan hewan qurban masyarakat yang akan disembelih pada Idul Adha nanti. Ini kita lakukan agar hewan qurban yang dipotong masyarakat bebas penyakit hewan dan aman dikonsumsi,” kata Kepala Disnakeswan H. Junaidi kepada awak media, Kamis (30/7).

Ia mengatakan, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan qurban tersebut, dilakukan Disnakeswan Sumbawa, untuk memastikan hewan ternak jenis sapi, kambing, dan domba dalam keadaan sehat dan dagingnya layak dikonsumsi.

Pasalnya, menjelang Hari Raya Qurban cukup banyak hewan ternak jenis sapi, kambing, dan domba tersebut kebutuhan untuk hewan qurban di daerah ini. “Oleh karena itu, hewan qurban akan kita periksa kesehatannya untuk memastikan tidak sakit dan dagingnya aman dikonsumsi,” ujarnya.

Kendati demikian, menurutnya, kenapa mesti ini dilakukan, karena untuk memastikan hewan-hewan qurban ini berpenyakit apa tidak, petugas dari Disnakeswan Kab. Sumbawa akan meningkatkan pengawasan dan sekaligus memeriksa kesehatannya, terangnya.

“Jika dari hasil pemeriksaan dokter hewan ternyata ternak sapi tersebut dalam keadaan sakit, maka ternak tersebut tidak boleh disembilih saat Idul Adha nanti, karena dagingnya tidak aman dikonsumsi,” tambah Haji Jun sapaan akrab pejabat dikenal humanis tersebut.

Diketahui, pada Hari Raya Idul Adha tahun ini jumlah hewan qurban jenis sapi tercatat sebanyak 1.212 ekor, kerbau sebanyak 91 ekor, kambing sebanyak 853 ekor, domba 14 ekor, dan total keseluruhan hewan qurban di Kab. Sumbawa sebanyak 4.340 ekor, ungkapnya.

“Hari Raya Idul Adha tahun ini cukup signifikan, hewan qurban sebanyak 4.340 ekor. Tapi kami akan terus awasi karena dikhawatirkan ada sapi untuk qurban yang terserang penyakit,” terang Haji Jun.

Meskipun demikian, hewan ternak sapi sangat rentan dengan 3 jenis penyakit, yakni jembrana, gloustoris dan parasister (cacingan). Penyakit ini harus diwaspadai karena sangat berisiko menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia yang mengonsumsi daging sapi yang mengidap salah satu dari tiga jenis penyakit tersebut, papar Haji Jun.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada beberapa petugas kesehatan hewan telah ditugaskan ke seluruh tempat peternakan yang ada di Kab. Sumbawa. Mereka akan mengawasi dan melaporkan secara rutin terkait kondisi sapi qurban tersebut, pungkasnya. (dhy JN)