Pemberian Dana OTSUS Pempus, Wujud Perhatian Untuk Kesejahteraan Pembangunan Papua & Papua Barat

JayantaraNews.com, Papua



Papua dan Papua Barat adalah provinsi paling ujung Indonesia timur yang mempunyai suku dan budaya paling banyak dalam satu pulau yang ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Kultur alam yang sangat indah, eksotis, dan kaya akan sumber daya alam ini harus benar-benar bisa dikembangkan dan dikelola oleh putra putri Indonesia, khususnya putra putri asli Papua maupun Papua Barat.

Hal demikian sebagaimana diungkapkan oleh Cornelis Usili selaku Ketua LMA Kab. Sorong.

Ia mengatakan, menjelang perayaan 17 Agustus 2020, yang merupakan hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang kita cintai dan kita banggakan ini, tentunya berharap adanya stabilitas keamanan yang baik di Papua maupun Papua Barat, dengan tidak adanya provokasi dari pihak-pihak tertentu yang dapat merugikan suku asli Papua yang kita cintai dan sayangi.

Menurutnya, perhatian yang sungguh luar biasa telah diberikan pemerintah pusat demi pemerataan kesejahteraan dan pembangunan yang berkeadilan sosial, sesuai dengan UUD 1945.

Perjalanan dana Otsus di Tanah Papua dan Papua Barat yang sudah berjalan hampir 20 tahun itu, tidak ada dampak yang real dirasakan oleh suku asli Papua, karena pengelolaan yang tidak benar oleh orang Papua sendiri. “Padahal, dana yang digelontorkan oleh pusat, tiap tahunnya triliunan rupiah. Namun yang menikmati dan merasakan hanya orang-orang tertentu Papua dan Papua Barat saja. Sementara masyarakat paling bawah masih di bawah garis kemiskinaan dan terbelakang,” ungkap Cornelis, seraya menambahkan, “Yang terjadi saat ini, masyarakat hanya diprovokasi untuk kepentingan tertentu saja.”

Oleh karena tidak jelasnya pengalokasian atau penggunaan dana Otsus ini, pemerintah pusat harus benar-benar mengawasi penyaluran sampai bisa dirasakan oleh suku Papua dan Papua Barat dari perkotaan sampai ke polosok-polosok pedalaman, tandasnya.

Cornelis menyampaikan, “Menjelang masa berakhirnya Otsus jilid pertama ini, pemerintah pusat harus mengkaji secara mendalam terkait perpanjangan Otsus jilid 2. Apakah Otsus jilid yang bersambung, atau mungkin ada cara atau program yang lebih bagus untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran provinsi paling timur Indonesia ini,” urainya.

Saat ini sampai di masa yang akan datang, semoga adanya stabilitas keamanan yang benar-benar tercipta di Papua dan Papua Barat. “Yakni dengan cara kita saling bergandengan tangan dalam satu tujuan Indonesia yang Jaya dan Makmur tanpa ada provokasi dari siapapun atau oleh kelompok-kelompok yang hanya ingin mengambil keuntungan untuk kepentingan sendiri,” tegas Cornelis. (Verri Julian)