Dilarang Meliput, PWI Nilai Ketua KPU Tanjungbalai Cederai Insan Pers

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai Husni Pili, sesalkan atas larangan terhadap beberapa wartawan yang hendak melakukan peliputan pendaftaran pencalonan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai oleh salah seorang petugas KPU atas perintah Ketua KPU Kota Tanjungbalai, pada Jumat (4/9/2020).

Seperti peristiwa yang dialami Ridwan Marpaung dari media cetak Analisa dan sejumlah wartawan lain. Jumat siang, sekira 12.30 WIB, yang pada saat itu juga berada di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjungbalai yang ingin melakukan peliputan.

“Hari ini kami sangat menyayangkan sikap petugas KPU yang telah melarang kami untuk melakukan peliputan pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai di Kantor KPU. Dari pengakuan petugas yang melakukan pelarangan peliputan sejumlah wartawan, mengaku atas perintah Ketua KPU,” ungkap Ridwan dengan nada kesal.

Dikatakan Ridwan lagi, “Yang anehnya, kenapa petugas dari Pemko Tanjungbalai bisa melakukan peliputan, namun wartawan dilarang ?” tanya Ridwan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungbalai Husni Pilli Panjaitan, sangat menyesalkan perbuatan tersebut.

“Jadi, wartawan itu berkerja dan bertugas diatur Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Wartawan itu bekerja dilindungi undang-undang, dan larangan itu sebelumnya tidak ada pemberitahuan, informasi tidak dibolehkannya masuk.”

“Atas kejadian ini, kami merasa sangat kecewa dan sudah mencederai Insan Pers yang ada di Kota Tanjungbalai ini.”

Sementara itu, Ketua KPU Tanjungbalai Luhut Parlinggoman Siahaan saat dikonfirmasi JayantaraNews.com melalui pesan WhatsAppnya, belum memberikan balasan apa pun. (Eko Setiawan)