Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Supir Ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Bukittinggi

JayantaraNews.com, Bukittinggi

Seorang sopir berstatus E rutiang dilaporkan karena mencabuli pelajar. Seorang sopir rutiang tersebut diketahui warga Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Bukittinggi saat berada di Tugu Polwan Bukittinggi pada Sabtu (12/9/2020) lalu.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap kalau aksi pencabulan itu dilakukan kepada Bunga (samaran) ada sebanyak 10 kali yang dilakukan tersangka.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution kepada media mengatakan, tersangka berinisial E (21) yang ditangkap karena mencabuli seorang pelajar, dan tersangka mengakui mencabuli korban Bunga (samaran) di rumahnya,” ucapnya.

Aksi bejat tersangka terhadap korban yang menjadikan pelajar sebagai budak nafsu, pada akhirnya perbuatan tersangka cabul terbongkar setelah korban Bunga dengan kondisi menangis dan mengadu sambil memeluk ibunya menceritakan semua perbuatan tersangka kepadanya.

Dengan nada tidak terima, keluarga korban langsung emosi dan langsung melapor ke Polres Bukittinggi dengan nomor LP/180/K/IX/2020 tanggal 2 September 2020. Atas ada laporan itulah, pihak Kepolisian kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka cabul berinisial E tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution menjelaskan, ibu korban SY melaporkan E atas ada dugaan tindakan pencabulan terhadap anaknya yang masih berstatus pelajar. SY melaporkan perbuatan tersangka, bahwa anaknya telah dicabuli tersangka pada bulan Juni 2020. Pada tanggal 26 Agustus 2020 korban mencoba memberi tahu orangtuanya sambil menangis dan memeluk ibunya.

“Pada saat itulah ibunya mencoba menanyakan anaknya Bunga apa yang dilakukan tersangka terhadapnya. Sebelumnya korban Bunga tidak menjawab, sehingga ibu korban meminta paman untuk menanyai Bunga. Dari usaha paman menanyai korban Bunga, akhirnya Bunga mengakui semuanya, terungkap bahwa korban telah disetubuhi tersangka sebanyak sepuluh kali,” tambah Kasat.

Berdasarkan laporan tersebut, Kasat Reskrim AKP Chairul Amri bersama pihaknya kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka cabul berinisial E yang berprofesi sebagai sopir.

Tersangka ditangkap saat berada di Tugu Polwan, Kota Bukittinggi. Setelah itu, pelaku dibawa ke Mapolres Bukittinggi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kepada petugas, tersangka mengaku telah melakukan tindakan cabul tersebut di rumahnya. Pencabulan itu dilakukan pada bulan Juni 2020. Tindakan itu dilakukan terhadap korban sampai sepuluh kali.

Karena tersangka melakukan cabul terhadap anak di bawah umur berstatus pelajar, pelaku cabul dijerat pasal 81 ayat (1),(2) jo76D Jo 82 ayat (1) Jo 76E UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Undang-Undang nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ZuL)