KPU KSB: Kami Telah Terima Hasil Tes Kesehatan Bapaslon Firin-Fud

JayantaraNews.com, Sumbawa

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa Barat, Deny Saputra S.Pd., mengatakan, bahwa telah menerima hasil pemeriksaan kesehatan dan psikotes bakal pasangan calon Petahana Bupati dan wakil Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM., dan Fud Syaifudin, ST., dari tim pemeriksa kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB. “Berkas dokumen hasil pemeriksaan kesehatan itu akan ditindaklanjuti oleh KPU.”

Ia mengaku belum mengetahui pasti hasil pemeriksaan kesehatan tersebut dan baru dapat diketahui setelah KPU melaksanakan rapat pleno untuk kemudian diumumkan dan disampaikan kepada bakal pasangan calon, ungkap Denny kepada awak media, Senin (14/9), di ruang kerjanya.

Denny menyebut, bahwa pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan klinis medis, kejiwaan atau psikologi, serta bebas dari penggunaan narkotika. Dari tiga hal pemeriksaan tersebut terdiri dari puluhan item pemeriksaan yang dilaksanakan secara menyeluruh.

“Karena itu, proses pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Hasil pemeriksaan kesehatan itu merupakan bagian tak terpisahkan dari syarat calon dan bersifat final,” katanya.

Dia menerangkan, “Final diartikan tidak bisa diganggu gugat atau tidak bisa dilakukan uji pembanding atas hasil tersebut.”

Bahkan, kata Denny, KPU dalam hal ini hanya menerima hasil pemeriksaan sesuai dengan proses yang dilakukan di rumah sakit tempat pemeriksaan berlangsung. “Jika ada salah satu calon tak memenuhi syarat uji kesehatan, maka ada kesempatan bagi Parpol untuk melakukan pergantian. Karena otomatis gugur dan bisa diganti saat masa perbaikan berkas,” tuturnya.

Dia menegaskan, bahwa bakal calon atau bakal pasangan calon harus memenuhi semua syarat pencalonan dan syarat calon. Syarat-syarat tersebut akan diverifikasi keabsahan serta kelengkapannya untuk kemudian disimpulkan dalam rapat pleno KPU, apakah memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat.

“Selanjutnya KPU akan melaksanakan penetapan calon pada 23 September mendatang dan dilanjutkan dengan pengundian nomor urut pada 24 September,” jelasnya.

Adapun, dalam kondisi hanya ada satu pasangan calon, maka yang diundi bukan nomor urut, tetapi posisi gambar pasangan calon dan kolom kosong. Apakah di sebelah kanan atau disebelah kiri kertas suara. (Gaff JN)