Menjerit! Ade Sano, Pengepul Pisang Pengkolan Emplak Kalipucang Butuh Lirikan Pemerintah

JayantaraNews.com, Kalipucang

Semenjak maraknya pandemi Covid-19, sektor usaha di berbagai lini memang mengalami kemerosotan, baik usaha yang masuk kategori makro maupun mikro.

Menjeritnya para pelaku usaha di kalangan mikro, salah satunya muncul dari para tengkulak (pengepul) pisang di seputaran Pangandaran.

Semisal Ade Sano, seorang pengepul pisang, warga Dusun Emplak, Desa Emplak, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran, yang kesehariannya berjualan pisan di seputaran Jalan Pengkolan Emplak Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran.

Ia mengeluhkan menurunnya omset penjualan usaha pisangnya selama Covid-19. “Semenjak mewabahnya pandemi Corona (Covid-19), penjualan pisang saya menurun drastis, Pak. Sudah sekitar 6 bulanan ini,” ungkapnya melalui JayantaraNews.com, Kamis (17/9/2020).

Ia merasakan, bawa usaha jualan pisang yang sudah dijalani sekitar 5 tahunan itu, sangat berimbas luar biasa di tahun 2020 ini. “Kalau masalah harga mah ngga jadi masalah, Pak. Asal intinya ada yang beli. Tapi sekarang, ya harganya turun, yang beli juga menurun, bahkan boleh dibilang tidak ada sama sekali yang beli,” ujarnya.

Dikatakan Ade, “Kadang saya bingung, Pak. Para petani terus kirim pisang ke saya, mau saya tolak juga kasihan karena sudah dipanen, mau diterima juga saya terkendala di penjualan yang menurun bahkan sampai busuk,” urainya.

Ketika dipertanyakan, di mana sisi anjloknya harga tersebut, ia menuturkan. “Harga sebelum mewabahnya Covid, perkilonya sekitar Rp3000,00-an. Namun kini hanya Rp1000,00 s.d 1.500,00 perkilo, Pak,” ujarnya.

Sempat terlontar dari Tim Jayantara News yang menanyakan, apakah pernah mendapat bantuan dari pemerintah ? Namun menurutnya, untuk Bansos selama pandemi Covid saja, baru sekali-kalinya dia menerima. “Waktu itu pernah menerima Sembako dan uang tunai Rp150.000,00, Pak. Ya hanya itu saja,” katanya.

Sebagai seorang pengepul pisang, Ade Sano hanya berharap, semoga pemerintah memberikan sedikit perhatian untuk pemecahan. “Ya setidaknya ada lirikan dari pemerintah, Pak. Karena saya juga melibatkan ratusan petani pisang yang memang harus diberdayakan dan disejahterakan,” pintanya. (Tim)