Diduga Edarkan Narkotika, Oknum Notaris Dibekuk Satresnarkoba Polres Dharmasraya

JayantaraNews.com, Dharmasraya

Seorang oknum Notaris bersama temannya di salah satu hotel di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Dharmasraya, di Jalan Lintas Sumatera, Jorong Sungai Kemuning, Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (17/9/2020) lalu.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, S.IK., MT., melalui Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya Iptu Rajulan Harahap, SH., membenarkan saat dihubungi awak media. Ia menjelaskan, “Memang benar, anggota kami Satresnarkoba Polres Dharmasraya telah mengamankan dua orang laki-laki, yang satu oknum Notaris/PPAT wilayah Kabupaten Dharmasraya, dan satunya lagi seorang pemilik penginapan di salah satu hotel di Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya,” ucap Kasat.

Sebelumnya, penangkapan kedua pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa adanya dua orang laki laki yang diduga memakai dan mengedarkan Narkotika jenis sabu tersebut.

Karena ada Informasi ini, maka tim cepat menindaklanjuti dan melakukan penyidikan. Pada pukul 16.00 WIB, tim cepat melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tersebut, di Jalan Lintas Sumatera Jorong Sungai Kemuning, Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya.

Kedua pelaku tersebut berinisial HZ (65) dan temannya berinisial S (59). Keduanya beralamat di Jorong Tarantang Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Ia menambahkan, bahwa dalam penangkapan, Polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti satu kotak rokok merk Dji Sam Soe super premimum yang di dalamnya terdapat timah bekas pembalut rokok yang berisikan dua paket Narkotika gol 1 jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening. Rokok tersebut diletakan di atas dasboard depan Mobil Honda Mobilio warna Hitam BA 1463 VK. Kemudian satu unit handphone warna hitam Nokia, satu lagi handphone warna putih Samsung, terang Kasat.

Kedua pelaku dijerat dengan UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 Jo. 112 Jo. 132 Jo. 127, dan kedua pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Tim JN)