Sikapi Jaksa Agung Bebenah Internal, Ketum BPI: Jangan Ada Lagi Kepentingan Politik Mengalahkan Hukum

TB. Rahmad Sukendar, Ketua Umum BPI KPNPA RI

JayantaraNews.com, Jakarta

Pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin, yang mengapresiasi atas kinerja Kejaksaan Agung, yang konon katanya sukses membongkar beberapa kasus besar, bahkan disebutkan termasuk penanganan kasus Jiwasraya di dalamnya, boleh dibilang benar adanya.

“Hal itu memang tidak salah. Namun perlu disikapi juga dong, bahwa peran KPK selama ini juga perlu diperhitungkan, meski kinerja KPK selama kepemimpinan Firli ini dinilai lamban.” Demikian ditegaskan TB. Rahmad Sukendar, selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia).

Persoalannya sekarang adalah, kata Rahmad Sukendar, kita semua menunggu kinerja para Aparat Penegak Hukum mengenai kasus terbakarnya Gedung Kejagung RI, yang ditengarai adanya tindak pidana di dalamnya. “Kita sekarang menunggu keterbukaan dan keberanian dari Kejaksaan maupun Kepolisian, jangan ada unsur yang melindungi lagi terhadap pihak yang bersalah,” tegasnya.

Tak dipungkiri, Rahmad Sukendar pun mendukung Kejagung untuk konsisten membongkar kasus-kasus besar yang merugikan negara.

“Sudah ketahuan kok, ada indikasi pidana di dalamnya. Kenapa belum juga terusut ? Ada apa ini ?” tanya Ketum BPI KPNPA RI yang low profile ini heran.

Menurutnya, sekarang ini Jaksa Agung ST. Burhanuddin sedang berbenah diri dengan membersihkan internal Kejaksaan dari jaksa nakal sekaligus mengoptimalkan fungsi Kejaksaan untuk bekerja lebih baik dan jauh dari budaya korupsi. “Tentunya akan mendapatkan ganjalan dari sekelompok oknum Kejaksaan yang sudah merasa enak dengan menabrak aturan dan tatanan yang berlaku di Kejaksaan. Yang penting saat ini harus ada dukungan dari semua elemen politik untuk mengedepankan hukum di atas segalanya.”

Ditegaskan Rahmad Sukendar, “Jangan ada lagi kepentingan politik yang mengalahkan hukum. Sikap tegas Jaksa Agung dalam mengungkap kasus-kasus besar sangat kita apresiasi dan kita dukung, sehingga Penegakkan Hukum di Kejaksaan akan sangat memberikan efek positif terhadap kinerja Presiden, Menkopolhukam, Kapolri dalam hal penegakkan hukum, dan bisa diikuti oleh jajaran lainnya, sehingga Korps Adhyaksa kembali kepada marwahnya,” pungkasnya. (Red)