Belum Lengkap Dalam Perizinan, Pembangunan Tower Cijotang Cibeunying, DISEGEL!

JayantaraNews.com, Cimenyan

Adanya keluhan yang muncul beberapa hari ini dari masyarakat sekitaran lahan berdirinya Tower yang terletak di Kp. Cijotang RT/RW 05/08, Kel. Cibeunying, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung tersebut, seperti kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat, sementara proyek tetap berjalan, berujung PENYEGELAN.

Baca berita terkait:
– Kurangnya Sosialisasi, Pembangunan Tower di Cijotang Cibeunying Tuai Sorotan – https://www.jayantaranews.com/2020/09/63480/

– Dinilai Tidak Ikuti Aturan, Warga Cibeunying Cimenyan TOLAK Pendirian Tower! – https://www.jayantaranews.com/2019/09/dinilai-tidak-ikuti-aturan-warga-cibeunying-cimenyan-tolak-pendirian-tower/

– Imbas Penolakan Warga, Satpol PP Kab Bandung SEGEL Combat Milik TBG – https://www.jayantaranews.com/2019/09/38749/

Ketimpangan terkait dana kompensasi yang telah digelontorkan oleh pihak perusahaan terhadap masyarakat terdampak, ditambah belum munculnya Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari perusahaan tersebut, tentu menjadikan PR bagi Penegak Perda Kab. Bandung.

Warga berharap, pihak perusahaan memenuhi keinginan warga dan segera membenahi hal-hal yang dianggap rancu oleh warga. “Untuk konfirmasi ke pemborong pun sulit, Bang. Padahal, saat ini adalah moment pas untuk menyampaikan aspirasi dari warga. Dari pada bangunan sudah berlanjut, namun nanti ke depannya malah jadi terhambat,” ujar Uwong, salah satu warga yang juga tokoh pemuda wilayah setempat, Rabu (23/9/2020).

Menyikapi aduan warga masyarakat atas pemberitaan yang sudah ditayangkan, Satpol PP Kab. Bandung segera sigap. Pada Selasa (29/9/2020), pihaknya segera meng-Segel Tower tersebut, sebelum Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya keluar.

Muhammad Rizki, selaku Kasie Lidik Sidik Satpol PP Kab. Bandung, saat dihubungi Jayantara News, dipertanyakan terkait polemik pembangunan Tower dimaksud, menuturkan, “Saya sudah dapat laporan dari Satpol PP Cimenyan. Sudah saya tembuskan ke DPUTR tanggal 16 September kemarin, untuk ditindaklanjuti selaku pengawasnya, Bang,” katanya beberapa hari lalu.

Belakangan, saat dikonfirmasi Jayantara News, usai lakukan penyegelan, pada Selasa (29/9), Muhammad Rizki mengatakan, “Penyegelan yang dilakukan Satpol PP Kab. Bandung, atas dasar pelimpahan surat dari DPUTR, terkait perizinannya yang belum lengkap, Bang,” ringkasnya.

Demikian pun Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung, Oki Suyanto, melalui Jayantara News menyampaikan, “Penyegelan kami lakukan, karena BTS tersebut belum memiliki dokumen perizinan yang dipersyaratkan, sesuai informasi dari PUTR. Dinas PUTR juga sudah melayangkan teguran, namun karena tidak diindahkan oleh pelaku usaha tersebut, PUTR melimpahkan ke Satpol PP untuk dilakukan penyegelan,” tutupnya.(Tim)