Warga Cibodas Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan Penyimpangan DD 400 Jt Yang Diam di Tempat



JayantaraNews.com, Kab. Bandung

Penanganan kasus dugaan penyimpangan anggaran dana desa (DD) yang dilakukan oleh Kepala Desa Cibodas, Kec. Pasirjambu, Kab. Bandung, yang telah masuk ke ranah hukum sejak Februari 2020 lalu, dipertanyakan warga.

Warga Desa Cibodas yang melaporkan dugaan penyimpangan anggaran dana desa (DD) oleh Kepala Desa Cibodas, pada bulan Februari 2020 lalu menilai, bahwa penanganan kasus yang sudah menginjak 8 bulanan tersebut belum adanya penanganan intensif dari pihak Tipikor Polresta Bandung.

“Walaupun Polresta Bandung telah melakukan penyelidikan dan telah memeriksa beberapa Perangkat Desa Cibodas, Kec. Pasirjambu, namun hingga kini belum ada kelanjutannya,” ujar salah satu sumber, warga kritis yang enggan disebutkan jatidirinya.

Bahkan, kata sumber, pihak Inspektorat Kab. Bandung pun pada tanggal 8 Juli 2020 telah menemukan adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp400 juta. “Inspektorat telah menemukan kerugian negara sebesar Rp400 juta dari anggaran DD, dan warga pun telah melaporkan penyelewengan anggaran itu kepada Tipikor Polresta Bandung, namun hingga saat ini belum ada yang menjadi Tersangka,” jelas warga, melalui JayantaraNews.com, Kamis (8/10/2020).



“Bahkan, di saat Inspektorat Kab. Bandung telah mengumumkan temuan penyimpangan anggaran dana desa (DD) sebesar Rp400 juta itu, diberikan batas waktu untuk menyelesaikan selama 60 hari. Namun hingga saat ini, Kepala Desa Cibodas tidak pernah memenuhinya. Anehnya lagi, hingga saat ini belum adanya penanganan nyata dari pihak Tipikor Polresta Bandung,” ungkapnya.

Warga beranggapan, masuknya laporan dari warga Desa Cibodas di bulan Februari 2020 lalu ke Polresta Bandung diam di tempat.

“Padahal warga sudah jelas-jelas melaporkan hal itu, dan pihak Inspektorat telah menemukan penyelewengan tersebut. Ada apa ini ?” ungkap sumber heran.

Sementara itu, dihubungi JayantaraNews.com di waktu yang bersamaan, pada Kamis (8/10/2020), Camat Pasirjambu H. Rahmat, dipertanyakan terkait mengendapnya kasus tersebut mengatakan,” Sudah ditangani dan diaudit inspektorat. Coba konfirm ke inspektorat,” katanya.

Demikian pun Andri, pihak Penyidik Tipikor Polresta Bandung. Dikonfirmasi JayantaraNews.com melalui pesan WhatsAppnya, dipertanyakan terkait penanganan kasus tersebut yang dianggap warga jalan di tempat, ia mengatakan, “Datang saja ke kantor pak, nanti saya jelaskan,” ucapnya.

Dihubungi di waktu yang sama, Nenep selaku Anggota BPD Cibodas, masih belum memberikan jawaban.

Demikian pun Willy Wirasasmita selaku Kades Cibodas, dikonfirmasi JayantaraNews.com hingga berita ini ditayangkan, masih belum terhubung. (Asep Setiawan)