Sikapi Pemukulan Anggotanya di NTT, Ketum PWOIN: Tidak Bisa Dibiarkan! Bila Perlu Saya Bawa Ke Mabes Polri

JayantaraNews.com, Jakarta

Ketua Umum PWOIN Feri Rusdiono mengecam keras atas pemukulan dan kekerasan terhadap anggota wartawan yang dilakukan oleh oknum anggota Partai Beringin Provinsi NTT.

Feri Rusdiono menyebut, bahwa tindakan oknum anggota Partai Beringin yang melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugasnya tidak bisa dibiarkan.

“DPP PWOIN meminta Pimpinan Kepolisian wilayah hukum Provinsi NTT memberi tindakan yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Feri.

Menurut dia, selain pelanggaran terhadap UU PERS No.40 Tahun 1999, bagi siapa saja yang  melakukan penganiayaan dan perampasan barang milik wartawan tersebut, merupakan pelanggaran pidana yang diatur dalam KUHP.

Feri berharap, agar tindakan kekerasan terhadap wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya harus dihentikan. “Dalam melakukan tugas jurnalistiknya, wartawan dilindungi UU PERS No.40 Tahun 1999. Kapan pun dan di mana pun, bagi anggota PWOIN akan selalu mendapat perlindungan dari organisasi,” tegas Feri yang selalu siap memberikan pembelaan kepada anggotanya.

“Saya juga kaget saat lihat group WhatsApp, dan langsung memerintahkan Ketua PWO NTT Bung Jhon agar memonitor dan mengawal ketat kasus ini,” tegasnya.

Feri menegaskan, DPP PWOIN akan memonitor, mengawal, dan meminta para penegak hukum Polri NTT memproses secara hukum jika memang kejadian yang menimpa anggota wartawannya yang dilakukan oleh anggota oknum Partai Beringin.

“Jika perlu, ranah ini akan saya bawa ke Mabes Polri,” tegasnya mengakhiri. (red)