Ketua Advokasi PWOIN Minta Polri Tangkap & Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan Wartawan Di NTT

Gusjoy

JayantaraNews.com, Jakarta

Tindakan kekerasan main hakim sendiri terhadap wartawan, yang dilakukan oleh sekelompok oknum Partai Beringin di Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 15/10/2020, mendapat kecaman keras.

Usai Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Feri Rusdiono mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan, kini giliran Ketua Advokasi PWOIN yang mengecam aksi premanisme terhadap wartawan.

Ketua Umum PWOIN, Feri Rusdiono

Baca berita terkait:
Sikapi Pemukulan Anggotanya di NTT, Ketum PWOIN: Tidak Bisa Dibiarkan! Bila Perlu Saya Bawa Ke Mabes Polri – https://www.jayantaranews.com/2020/10/64603/

“Saya mengecam aksi main hakim sendiri tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah oknum dari Partai Golkar Provinsi NTT terhadap Wartawan gardamalaka.com yang mengalami luka serius di bagian kepala belakang,” tegas  Gusjoy S., SH., SHI., S.Sos., MH.

Gusjoy mengatakan, demi untuk menjaga martabat dan marwah teman-teman wartawan dari tugas jurnalistiknya, maka Polri dalam hal ini Polres Malaka harus menangani secara serius dan cepat untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan tersebut.

“Polres malaka tidak hanya serius saja, melainkan harus cepat menangkap pelaku tindakan anarkis kepada wartawan,” ujar Gus, sapaan karibnya.

Menurutnya, “Kalau sampai tidak ditangkap pelaku pengeroyokan itu, wartawan akan mudah diperlakukan sewenang-wenang oleh siapa pun. Terutama ketika sedang melakukan tugas jurnalistik, melakukan peliputan, menyampaikan informasi, baik itu tentang kritik kepada penyelenggara negara, khususnya di Malaka Provinsi NTT,” tegasnya.

Dikatakannya, “Saat Wartawan gardamalaka.com yang sedang melakukan pengambilan video dan gambar untuk keperluan dokumentasi publikasi, tiba-tiba seseorang yang dikenal bernama Mugen dengan mengenakan setelan baju loreng kuning, pakaian Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mendekatinya sambil berteriak agar menghapus video dan gambar yang baru diambil itu.”

Ketika Wartawan gardamalaka.com dalam keadaan berjalan, tiba-tiba dari belakang, dirinya merasakan adanya pukulan beruntun dari salah seorang bernama Anarki Sergius Klau, yang ditengarai sebagai Pengurus Anak Ranting Partai Golkar Kecamatan Malaka Barat, Provinsi NTT.

Gus Joy menilai, kasus itu sudah bukan lagi kekerasan, tetapi merupakan kasus pengeroyokan wartawan. Pasal yang paling tepat digunakan untuk para pelaku adalah dengan menggunakan Pasal 170 KHUP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. “Polres Malaka harus tangkap dan menahan para pelaku pengeroyokan, harus ditahan karena ancaman di atas 5 tahun itu harus ditangkap. Harus ditahan ya, jadi Polres malaka harus segera melakukan tindakan yang cepat,” tandas Gus Joy yang juga salah satu pengacara kondang Ibu Kota Jakarta itu.

Ditambahkan Gus, upaya tersebut supaya bisa menjaga marwah teman-teman wartawan. PWOIN Provinsi NTT akan melindungi sampai kapan pun kepada teman-teman wartawan yang ada di daerah.

“Jadi ini sebagai tanggung jawab moral dan tanggung jawab organisasi kepada teman-teman wartawan yang ada di daerah,” tukasnya.

Gus Joy juga meminta pihak Polri, dalam hal ini Polda NTT terkhususnya Polres Malaka agar menangani persoalan tersebut dengan serius. “Tangkap dan tindak tegas para pelaku pengeroyokan, bila perlu bawa kasus tersebut ke Mabes Polri,” terangnya.

Mengacu kepada Undang-Undang No.40 Tahun 1999 tentang Pers bab VIIII ketentuan pidana Pasal 18 ayat (1), bahwa setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3, dipidana dengan pidana paling lama 2 tahun penjara, tandasnya.

“Dalam hal ini, Polri menjadi barometer profesional dan akuntabel. Persoalan tersebut harus menjadi prioritas Polres Malaka, agar bisa diungkap motif dari pengeroyokan tersebut. Harus dibuka ke publik,” pintanya.

Sebelumnya diberitakan, Wartawan sekaligus pemimpin redaksi (Pemred) media syber gardamalaka.com, Johanes Seran Bria mengalami pengeroyokan dari massa pendukung paket Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin,  tepatnya di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, pada Kamis, 15/10/2020.

Akibat pengeroyokan itu, Wartawan gardamalaka.com (korban) mengalami pembengkakan serius pada kepala bagian belakang. Persoalan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisan Polres Malaka. (Red)