Soroti Pengeroyokan Wartawan di NTT, Ketua PWOIN Jabar: Seret Pelakunya & Pidanakan!!!

Agus Chepy Kurniadi, Ketua PWOIN JABAR

JayantaraNews.com, Jakarta

Menyikapi aksi brutal yang dilakukan oleh sekelompok oknum Partai Beringin di Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terhadap salah seorang wartawan saat melakukan peliputan, pada Kamis, 15/10/2020, sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Setelah sebelumnya Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Feri Rusdiono, lalu kemudian Ketua Advokasi PWOIN yang kedua-duanya mengecam aksi premanisme terhadap Wartawan gardamalaka.com yang sedang melakukan pengambilan video dan gambar untuk keperluan dokumentasi publikasi, kini giliran Agus Chepy Kurniadi, selaku Ketua PWOIN Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan hal yang sama.

Baca berita terkait:
Sikapi Pemukulan Anggotanya di NTT, Ketum PWOIN: Tidak Bisa Dibiarkan! Bila Perlu Saya Bawa Ke Mabes Polri – https://www.jayantaranews.com/2020/10/64603/

– Ketua Advokasi PWOIN Minta Polri Tangkap & Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan Wartawan Di NTT – https://www.jayantaranews.com/2020/10/64611/

“Saya mengecam keras aksi main hakim sendiri dan tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah oknum dari Partai Golkar Provinsi NTT tersebut. Ini sudah mencegat kebebasan dari Tupoksi Jurnalis dalam hal peliputan. Tidak bisa ditolerir lagi. Polri dalam hal ini Polres Malaka harus bersikao tegas! Tangkap para pelaku pengeroyokan tersebut,” tegasnya.

Agus Chepy mengatakan, “Siapapun itu, mau oknum dari partai mana pun, sekiranya menyimpang dan menjatuhkan marwah partainya, hukum tetap harus ditegakkan!” tandasnya, seraya menambahkan, “Seret dan pidanakan,” geramnya.

“Merunut pada Pasal 170 KHUP, maka Polres Malaka harus menangkap dan menahan para pelaku pengeroyokan. Kami segenap jajaran Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) dari Sabang sampai Merauke, siap mengawal jalannya proses hukum para pelaku pengeroyokan tersebut,” bebernya.

Mengacu kepada Undang-Undang No.40 Tahun 1999 tentang Pers bab VIIII ketentuan pidana Pasal 18 ayat (1), bahwa setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3, dipidana dengan pidana paling lama 2 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, Wartawan sekaligus pemimpin redaksi (Pemred) media syber gardamalaka.com, Johanes Seran Bria mengalami pengeroyokan dari massa pendukung paket Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin,  tepatnya di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, pada Kamis, 15/10/2020.

Akibat pengeroyokan itu, Wartawan gardamalaka.com (korban) mengalami pembengkakan serius pada kepala bagian belakang. Persoalan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisan Polres Malaka. (Red)