DMK: Soal Dugaan Penyimpangan Dana Hibah 1,7 M, Kapan Tatan PS Diperiksa Kejati Sebagai Tersangka ?

JayantaraNews.com, Jabar

Dony Mulyana Kurnia (DMK), yang sekarang ditahan di Rutan Kebonwaru, akibat ‘Teriak Maling’ (indikasi penyimpangan dana hibah 1,7 M oleh Kadin Jabar), kini dia ditahan karena diduga melanggar UU ITE yang dilaporkan Tatan Pria Sudjana.

DMK dalam proses persidangan menghadapi Sidang Putusan Sela, yang akan digelar pada Selasa, 20 Oktober 2020, setelah Hakim mendengarkan Eksepsi DMK, dan mendengarkan tanggapan Jaksa penuntut terhadap Eksepsi DMK.

Baca berita terkait:
Hitam Putih Prahara KADIN JABAR, Gubernur Pilih Mana ? – https://www.jayantaranews.com/2020/10/64155/

Dan karena itulah, DMK melapor balik kepada Kejati Jabar, terkait pembuktian ‘Malingnya’, yang iya teriakkan di WAG Kadin Jawa Barat, terkait indikasi penyimpangan Dana Hibah 1,7 M yang diduga dilakukan Tatan Pria Sudjana.

Sehingga kisruh Kadin Jabar tidak terbendung, terjadilah ‘Mosi’ tidak percaya kepada Tatan Pria Sudjana, dan ia dilengserkan oleh Kadinda Kota/Kabupaten se-Jawa Barat, dengan Muprovlub Kadin Jabar yang digelar 10 September di Purwakarta, dengan agenda melengserkan Tatan Pria Sujana digantikan oleh Cucu Sutara, yang terpilih secara aklamasi.

Dengan pelengseran itu, Tatan Pria Sudjana bukannya menyadari kesalahan, malah menggugat 38 orang kader Kadin ke PN Bandung, termasuk Ketua Umum Kadin Indonesia (Pusat) Rosan Perkasa Roeslani dan Cucu Sutara. Dengan gugatan membatalkan Muprovlub Kadin Jawa Barat, dan menuntut ganti rugi sebesar 22 Milyar.

Dan sekarang PN Bandung sudah memanggil 38 terlapor, untuk sidang Rabu, 21 Oktober 2020. (Tim)