Setahun Pemerintahan Jokowi Banyak Dikritik, Kinerja Pembantu Dinilai Belum Penuhi Harapan

JayantaraNews.com, Jakarta

Tahun pertama Pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin yang jatuh pada hari ini, Selasa (20/10/2020), dijadikan momentum oleh sejumlah pihak untuk mengkritisi kinerja sang Presiden.

Seperti halnya pihak-pihak yang menilai kinerja Jokowi dalam satu tahun terakhir, relawan yang tergabung dalam Jokowi Mania (JoMan) juga ikut mengeluarkan kritikan.

Status Immanuel Ebenezer Joman Kritik Kinerja Pembantu Presiden. Hanya saja bedanya, kritikan yang dimunculkan relawan Joman menyasar para pembantu Presiden alias para Menteri.

Menurut Ketua JoMan, Immanuel Ebenezer, para pembantu Jokowi lebih sibuk dengan urusan masing-masing ketimbang menunjang kinerja Presiden.

– Satu tahun Presiden Jokowi –

Jokowi nya bekerja siang malam, Pembantunya berbisnis dan berpolitik siang malam. Copot para Brutus!” tegas pria yang biasa disapa Noel, Selasa (20/10/2020).

“Lingkaran istana banyak yang bermain dua kaki dan siapkan ancang-ancang 2024. Presiden nya bekerja siang malam, beberapa pembantunya berbisnis siang malam juga, Jomplang Banget ya, Dasar Brutus. Jangan Biarkan para Brutus merajalela di Lingkaran Jokowi, Relawan dan rakyat bersatu hancurkan para Brutus,” lanjut Immanuel.

Ini bukanlah kritikan pertama yang dilontarkan Noel terhadap para pembantu Jokowi, namun sebagai relawan JoMan tentu saja tak rela melihat Jokowi bekerja sendirian sementara para pembantunya malah sibuk dengan kepentingan pribadi mereka.

“Terkesan pembantu Presiden yang dipilih oleh rakyat itu, antara ada dan tiada.”

“Sudah saatnya mereka dicopot dan digantikan dengan mereka yang memiliki loyalitas dan totalitas. Singkirkan para Brutus di lingkaran Jokowi,” terangnya.

Ironinya lagi, para Menteri pembantu Presiden cuman beberapa Menteri saja yang totalitas kerjanya, yang lainnya, selain berbisnis dan hanya pencitraan, nyaris tidak ada konsep programnya untuk rakyat yang tengah dirundung kesulitan ekonomi di situasi pandemi ini. (Yuni)