Bupati Solok: Netralitas ASN Diperlukan Guna Terwujudnya Pilkada Aman, Damai & Nyaman

JayantaraNews.com, Kab. Solok

Terkait sosialisasi Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Solok berharap kepada Panwaslu agar lebih mengoptimalkan fungsi pengawasannya.

Selain Bupati Solok, hadir dalam acara sosialisasi tersebut, di antaranya; Asisten Bidang Pemerintahan Edisar, SH., M.Hum, Asisten Bidang Administrasi Sony Sondra, SE., M.Si., Staf Ahli Bupati, Kepala Inspektorat Hermantias N., SH., beserta seluruh Kepala SKPD dan Camat di lingkup Kab. Solok, serta Komisioner Bawaslu Andri Junaidi, MH.

Bupati Solok H. Gusmal menyampaikan, dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak, netralitas ASN diperlukan guna wujudnya Pilkada yang aman, damai, dan nyaman. Sekalipun sulit untuk mewujudkan sikap netralitas, namun setidaknya ASN bisa meminimalisir ketidaknetralan  atau keberpihakan pada salah satu Paslon.

Gusmal mengatakan, “Agar saling memahami, apabila ada keberpihakan di antara ASN.” Kendati demikian, ia pun mengingatkan, bahwa ASN tidak boleh mendeklarasikan diri atas dukungan terhadap Paslon, ucapnya.

Selanjutnya Gusmal menjelaskan, bahwa sanksi terhadap ASN yang melanggar pada pelaksanaan Pilkada tahun ini lebih keras dibanding Pilkada tahun-tahun sebelumnya. “Jika ada ASN yang berpihak secara terang-terangan, itu menandakan ketidakyakinannya terhadap kemampuan dan potensi diri pribadi,” jelasnya.

Selanjutnya, Komisioner Bawaslu Andri Junaidi menyampaikan, saat ini ada indikasi keberpihakan ASN pada calon tertentu sudah cukup tinggi, dan berkemungkinan masih akan terus meningkat. Andri menyebut, “Sudah dilakukan kajian oleh KPU dan Bawaslu jauh-jauh hari, tidak lain adalah demi meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi dalam pelaksanaan Pilkada mendatang,” ujarnya.

Andri berpesan, supaya ASN dapat lebih berhati-hati lagi dalam masa kampanye, terutama dalam penggunaan media sosial, jelasnya. (Aji)