Kapolsek Cicalengka Marah, Turnamen Sepak Bola Anak Tanpa Izin, Undang Kerumunan Massa

JayantaraNews.com, Kab. Bandung

Di tengah sedang digencarkannya pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 di wilayah Cicalengka, namun ada saja penyelenggaraan event yang mengundang kerumunan cukup besar dan tanpa membuat izin penyelenggaraan.

Event turnamen sepak bola anak yang digelar oleh SSB Bandung Timur FC itu, seakan tidak mengindahkan imbauan dari pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19, dan diketahui telah mengundang massa yang cukup besar. Akibatnya, satuan gugus tugas yang dikomandoi oleh Kompol Aep Suhendi, terpaksa harus membubarkan event turnamen tersebut.

Event yang digelar pada Sabtu (24/10) yang berlokasi di lapangan Citarik Desa Panenjoan, Kec. Cicalengka, terpaksa dibubarkan oleh Satuan Gugus Tugas Cicalengka. Karena selain mengundang kerumunan massa, event tersebut juga tanpa mengantongi izin dari pemerintah dan satuan gugus tugas setempat.

Menurut Kapolsek Cicalengka Kompol Aep Suhendi, saat dimintai keterangannya mengatakan, “Saya sangat kecewa sekali kepada panitia penyelenggara kompetisi sepak bola anak ini. Coba lihat ! di tengah pencegahan penyebaran Covid-19, mereka malah menyelenggarakan event, tanpa mengantongi izin lagi,” jelasnya.

“Maka dari itu, saya bubarkan event ini karena ini membuat kerumunan massa yang cukup besar, tanpa menggunakan protokol kesehatan. Dikawatirkan, penyebaran Covid-19 akan tinggi. Karena ini pesertanya dari luar daerah, seperti dari Purwakarta, Cikampek, Tasikmalaya, Subang dan banyak lagi. Saya bubarkan demi mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Kapolsek.

Setelah dibubarkannya event tersebut, penyelenggara dan peserta pun dibawa ke Mapolsek Cicalengka untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.

Menurut salah seorang peserta dari Cikampek Zaenal, selaku Manager Tim Pupuk Kujang mengatakan, “Jelas saya sangat kecewa sekali kepada panitia penyelenggara, karena saya pun sudah menanyakan beberapa kali tentang izin dari pemerintah setempat dan tim gugus tugas, mereka mengatakan sudah ada izin,” katanya.

“Namun apa yang terjadi sekarang, dibubarkan oleh tim gugus tugas karena tidak mengantongi izin menyelenggarakan turnamen. Padahal saya sudah memenuhi syarat, dan sebelum mengikuti turnamen, para pemain dirapid test terlebih dahulu, tapi nyatanya izin tidak ada, saya sangat kecewa sekali,” tandas Zaenal. (Asep S/Egi BP)