Wali Kota Tasikmalaya ‘Budi Budiman’ Ditahan KPK

JayantaraNews.com, Tasikmalaya

Mengenai banyaknya kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menggurita di Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (23/10/20), Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sebelumnya ditetapkan sebagai Tersangka kasus suap sejak 2019.

Berita sebelumnya, baca:
Kembali! ARM Bongkar & Desak KPK TANGKAP Walkot Tasikmalaya & Kroninya – https://www.jayantaranews.com/2019/08/37698/

Gurita Korupsi Di Kota Santri, ARM Desak KPK Segera Tangkap Walkot Tasikmalaya  https://www.jayantaranews.com/2019/08/gurita-korupsi-di-kota-santri-arm-desak-kpk-segera-tangkap-walkot-tasikmalaya/

Citra Kota Santri Rusak! ARM & Aktivis Sepakat UNRAS Ke KPK Desak Walkot Segera DITANGKAP!! – https://www.jayantaranews.com/2019/08/38033/

ARM & Aktivis Penggiat Anti Korupsi Desak & Pertanyakan Status Tersangka Walkot Tasikmalaya Ke KPK – http://jayantaranews.com/2019/08/arm-aktivis-penggiat-anti-korupsi-desak-pertanyakan-status-tersangka-walkot-tasikmalaya-ke-kpk/

‌”KPK melakukan penahanan Tersangka Budi Budiman selama 20 hari ke depan, sejak hari ini, Jumat, 23 Oktober 2020 sampai dengan 11 November 2020 di Rutan KPK Cabang Gedung ACLC KPK yaitu di kavling C1,” ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dalam Konferensi Persnya.

Tim penyidik, lanjut Ghufron, telah memeriksa sekitar 33 saksi dan 2 ahli. “Sesuai dengan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, maka tahanan akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” tuturnya.

Penahanan Wali Kota Tasikmalaya tersebut adalah merupakan pengembangan perkara yang terlebih dahulu menjerat Anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo, serta dua pihak swasta Eka Kamaluddin dan Ahmad Ghiast. Empat orang ini telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

‌Sekitar awal tahun 2017 Budi Budiman diduga bertemu dengan Yaya Purnomo untuk membahas alokasi DAK Kota Tasikmalaya. Dalam pertemuan itu, Yaya diduga menawarkan bantuan untuk pengurusan alokasi DAK dan Budi Budiman bersedia memberikan fee jika Yaya membantunya mendapatkan alokasi DAK.

‌Kemudian pada Mei 2017, Budi Budiman mengajukan usulan DAK untuk Kota Tasikmalaya tahun 2018 kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pada Juli 2017, Budi Budiman kembali bertemu Yaya Purnomo di Kementerian Keuangan. Dalam pertemuan tersebut, Budi diduga memberi uang sebesar Rp200 juta kepada Yaya.

Berita terkait, Baca:
ARM Bongkar Dugaan Korupsi Mantan Bupati Tasikmalaya, Sang Istri Ajukan Tantangan! – https://www.jayantaranews.com/2019/07/arm-bongkar-dugaan-korupsi-mantan-bupati-tasikmalaya-sang-istri-ajukan-tantangan/

ARM & Beberapa LSM Akan Laporkan Dugaan Korupsi Mantan Bupati Tasikmalaya & Istri Ke KPK – https://www.jayantaranews.com/2019/08/arm-beberapa-lsm-akan-laporkan-dugaan-korupsi-mantan-bupati-tasikmalaya-istri-ke-kpk/

‌Sekitar dua bulan kemudian, yakni pada Oktober 2017, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018, Kota Tasikmalaya diputuskan mendapat alokasi DAK dengan total Rp124,38 miliar.

‌Kemudian pada 3 April 2018 Budi kembali memberikan uang Rp200 juta kepada Yaya Purnomo. Pemberian tersebut diduga masih terkait dengan pengurusan DAK untuk Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.

‌Budi diduga memberi uang total sebesar Rp400 juta terkait dengan pengurusan DAK untuk Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan. (Tim JN)