Langgar Tata Tertib & Abaikan Waktu 30 Menit, Pasangan SALWA Tak Hadiri Debat Paslon

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Debat pertama tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai di Aula Hotel Ayola Grand Singgi, Minggu (25/10/2020), menuai perhatian masyarakat Kota Tanjungbalai

Pasalnya, debat yang diselenggarakan dan ditayangkan langsung melalui akun Medsos Facebook milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai, yang dihadiri pasangan Eka-Bagus nomor urut satu (1), dan pasangan calon Ismail-Afrizal nomor urut dua (2), namun pasangan Syahrial-Waris nomor urut tiga (3) tidak terlihat di dalam debat tersebut.

Tidak hanya itu. Dalam tayangan live Facebook akun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai ‘Debat Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai’ sempat terhenti.

Sementara itu, informasi yang diperoleh JayantaraNews.com, dari sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa acara Debat Paslon tersebut terhenti, disebabkan Paslon Syahrial-Waris nomor urut tiga (3) telah melanggar tata tertib, di mana pada saat menghadiri acara debat Paslon dengan menggunakan atribut berbau kampanye, hingga diusir Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai karena dinilai melanggar tata tertib acara, dan diberikan waktu untuk segera mengganti dan melepas atribut tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai Luhut Parlinggoman Siahaan, saat diwawancarai JayantaraNews.com, usai melaksanakan acara debat Paslon di depan Hotel Grand Singgi Hotel menerangkan, “Awalnya ada protes dari pasangan calon dari nomor urut satu (1) dan pasangan calon nomor urut dua (2) terhadap pasangan calon nomor urut tiga (3) ini, terkait datang menggunakan atribut kampanye. Karena ada yang protes, kita lakukan diskusi, kita panggil tim masing-masing perwakilan pasangan calon. Kita tegaskan, memang tata tertib kita tidak memperkenankan untuk membawa atribut kampanye,” ucapnya.

“Berdasarkan kesepakatan, antara KPU, Bawaslu, dan tim kampanye masing-masing pasangan calon, kita kasih pasangan calon SALWA nomor urut tiga (3) ini waktu 30 menit untuk mengganti peci dan bajunya yang berbau kampanye. Namun kami tunggu, pasangan calon nomor tiga (3) ini tidak hadir sampai acara selesai,” beber Luhut.

Selanjutnya diungkapkan Luhut, bahwa larangan untuk tidak membawa atribut yang berbau kampanye dalam debat tersebut sudah disampaikan secara tertulis. “Sebelumnya kami sudah melakukan diskusi, dan larangan itu sudah kami sampaikan kepada masing-masing tim pemenangan pasangan calon secara tertulis untuk tidak membawa atribut kampanye. Untuk tema debat saja kami diskusikan sama-sama, dan semua itu sesuai Juknis dari KPU Pusat,” ujarnya.

Dikatakannya, “Untuk sanksi yang akan kami berikan kepada pasangan calon nomor urut tiga (3) yang tidak hadir dalam debat ini, akan kami diskusikan dalam rapat pleno hari ini,” tutup Ketua KPU. (Eko Setiawan)