Laporkan RK ke Bareskrim Tak Kunjung Diproses, MGP Surati Presiden & Kapolri

JayantaraNews.com, Jabar

Ketua LBH Manggala Garuda Putih (MGP) M. Ijudin Rahmat, SH., melayangkan surat pengaduan kepada Presiden dan Kapolri, terkait Laporan Polisi yang hingga saat ini belum diproses Kepolisian.

“Ya, kami surati Pak Presiden dan Pak Kapolri, karena LP kami di Bareksrim sampai saat ini tidak ada kejelasan. Laporan Polisi No. LP/B/1413/XI/2018/Bareskrim tanggal 1 November 2018, sampai saat ini tidak ada kejelasan. Kami belum pernah menerima SP2HP dari Penyidik, padahal kasus ini sudah 2 tahun. Seharusnya kalau berdasarkan aturan undang-undang dan Perkap Kapolri tentang manajemen penyidikan, kasus ini sudah bisa naik ke Pengadilan. Kami paham, sejak pandemi Covid semua terkena imbas, sehingga proses penyidikan juga pasti terhambat. Tapi kan prosesnya jangan tenggelam begitu saja, kan kami jadi tanda tanya ?. Ada apa dengan Penyidik ? Apa karena yang kami laporkan Pak Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat, sehingga hukum menjadi tumpul ?” katanya.

Menurutnya, “Kasus ini sebelum dilaporkan ke Polisi, sudah ada putusan Pengadilan Negeri Bandung, karena pihak kami telah mengajukan pra-peradilan putusan No.33/PID.prap/2018/PN.Bdg yang telah berkekuatan hukum tetap memenangkan gugatan kami. Sehingga laporan kami terkait tindakan Pak RK yang telah melanggar KUHP Pasal 414 harus diusut tuntas demi keadilan dan kesetaraan hukum.”

“Apalagi ancaman hukumannya 7 tahun, ini kan kejahatan berat,” ungkap Ijudin.

“Saya berharap, Pak Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri dan Kapolri dapat menyelesaikan laporan kami, sehingga kami masyarakat merasa mendapatkan keadilan,” ujarnya lagi.

“Tadinya kami mau unjuk rasa di Mapolda Jawa Barat, terkait masalah ini. Tapi karena kami paham pandemi Covid-19 ini harus sama-sama kita lawan, jadi kami urungkan niat untuk unjuk rasa di Mapolda Jabar. Kami percaya, Pak Presiden beserta jajarannya dapat memberikan rasa adil,” pungkas Ijudin. (red)