Dugaan Korupsi Pakan Anak Ayam di Kementan, GPHN RI Desak KPK Segera Usut Tuntas!!!

JayantaraNews.com, Jakarta

Dalam keterangan releasenya, Madun, selaku Ketua Umum LSM GPHN RI, mengatakan akan terus mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi di Kementerian Pertanian yang disinyalir sangat terorganisir dan berpotensi merugikan keuangan negara puluhan triliyun rupiah.

Satu di antaranya adalah dugaan korupsi pengadaan Pakan Anak Ayam DOC dan Pakan Sapi Olahan. “Kapan KPK panggil anak Menteri Pertanian yang diduga kuat terlibat itu,” ungkap Madun.

Baca berita terkait: GPHN RI: Terendus Bau Busuk Korupsi Ratusan Milyar di Kementan RI – https://www.jayantaranews.com/2020/11/65649/

Di tahun 2020, negara menganggarkan modal belanja pengadaan di Kementerian Pertanian sebesar Rp19.265.759.000,00 untuk paket proyek pegadaan itu di Kabupaten Tegal, yang pekerjaanya dilaksanakan oleh PT. Sumekar Nurani Madura di Jalan Raya Lobuk Kec. Bluto Sumenep, Kab. Sumenep, Jawa Timur, ujar Madun, Jumat, (20/11/2020), di Jakarta.

Setelah ditelusuri Tim LSM GPHN RI langsung ke Pulau Madura, ternyata perusahaan pemenang tender adalah Industri Gilingan Batu yang sudah tampak bangkrut, tampak kelihatan tidak beroperasianal lagi.

Untuk itu, dalam penulusuran Tim LSM GPHN RI yang lebih mendalam, ternyata PT. Sumekar Nurani Madura juga dipinjam untuk mengerjakan pengadaan ternak sapi di Kementerian Pertanian. “Setelah dicek, sapinya pun tidak ada, alias FIKTIF. Terlihat hanya ada lahan kosong yang baru akan dibangun kandang sapi, itupun lahan punya pihak lain,” jelas Madun.

PT. Sumekar Nurani Madura yang hanya bergerak di bidang penggilingan batu sudah lama bangkrut, namun bisa mendapat puluhan paket proyek di Kementan. “Dugaan kuat, PT. Sumekar Nurani Madura hanya dijadikan alat untuk merampok uang negara. Ini jelas terang-terangan terlihat dengan mata,” katanya.

Berdasarkan keterangan saksi sekitar lokasi tersebut dan hasil ivestigasi Tim LSM GPHN RI beberapa bulan, adanya dugaan keterlibatan putra Mentan berinisial KRSP yang mengendalikan proyek di Kementan dengan meminjam perusahaan BODONG, ungkap Ketua Umum GPHN RI ini.

Lebih lanjut Madun katakan, pengadaan pakan ayam dan pakan ternak sapi yang jumlahnya mencapai ratusan miliar, dari keterangan pegawai di Pasuruan yang bertugas memberi pakan sapi mengatakan ada 900 ekor sapi yang hanya diberi jatah pakan untuk 100 ekor sapi. “Sekilas pertanyaan kami, kemana anggaran pakan sapi yang lain ?” ketusnya.

Terkait hal tersebut, Tim LSM GPHN RI telah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Kementan ke KPK, dan selanjutnya menunggu kabar, kapan Kementan dipanggil KPK, pungkas Madun berharap. (Tim)