Dituduh Bagian Tim Pemenangan Paslon Tertentu, Warga Birugo Tak Diperbolehkan Terlibat Dalam Pesta Demokrasi

JayantaraNews.com, Bukittinggi

Seorang warga Birugo tidak diperbolehkan terlibat dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan. “Padahal kami telah mendaftarkan diri sebagai Linmas, tapi ditolak dengan alasan yang tidak dapat dibuktikan sama sekali,” terang Hen geram.

“Kami dipojokkan dan dituduh menjadi bagian dari tim pemenangan pasangan tertentu, hanya karena kami duduk di salah satu warung kopi yang kebetulan ada foto pasangan calon Wali Kota dan Wawako tertentu. Apakah itu salah ?” ucap Hen penuh tanda tanya.

Kami hanya duduk di warung kopi, bukan di Posko Pemenangan Paslon tertentu. “Apa itu dianggap sebagai kesalahan ? Jika foto salah satu Paslon tersebut terpampang di gerbang kelurahan, berarti kami juga tidak boleh masuk ke kelurahan tersebut,” ucap Hen sedikit kesal.

Yang lebih anehnya lagi, salah satu dari Linmas terpilih bukan merupakan warga yang berdomisili di Birugo. “Diketahui, dia merupakan warga yang berdomisili di Sungai Pua, Kabupaten Agam. Apakah ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku ?” tanya Hen.

Kenapa orang yang sudah jelas-jelas berdomisli di luar Kelurahan Birugo bisa diangkat menjadi Linmas, sedangkan kami putra daerah tidak diikut-sertakan. “Malahan Ketua KPPS menuduh kami tidak netral, serta mengatakan tidak ada satupun pemuda di sini yang bisa diangkat sebagai Linmas,” jelasnya.

Di lain tempat, Heni, selaku Ketua KPPS membenarkan kalau adik-adik atau (pemuda) telah mendaftar jadi Petugas Keamanan TPS (Tempat Pemungutan Suara). “Dan setelah kami lakukan proses seleksi, mereka dinyatakan lulus. Akan tetapi kami menerima tanggapan dan laporan dari masyarakat, bahwasannya mereka berada di pihak Paslon tertentu. Berdasarkan laporan itulah kami mengambil keputusan tidak dapat melibatkan mereka sebagai Petugas Keamanan TPS,” urainya.

Namun saat ditanya mengenai bukti keberpihakan pemuda terhadap salah satu Paslon yang dimaksudkan, Heni tidak dapat menjelaskan secara pasti. Heni berdalih, bukti keberpihakan mereka pastinya diketahui oleh pihak yang telah melaporkan, karena dia pernah melihat. Makanya dia laporkan, kata Heni kepada salah satu media, Jumat (20/11). Setelahnya, Heni tidak mau lagi memberi keterangan dengan alasan sedang banyak pekerjaan. (Tim)