Pasca Ditutupnya Dream Land, Ojek & Pedagang Kehilangan Penghasilan

JayantaraNews.com, Kab. Bandung

Setelah keluarnya surat penutupan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kawasan wisata Dream Land, kini tampak sepi pengunjung, bahkan banyak warga yang berkunjung harus kembali lagi.

Dampak penurunan ekonomi yang cukup drastis itu, dirasakan pula oleh para pedagang dan tukang ojek yang mangkal di depan lokasi wisata tersebut.

Diana, salah seorang pedagang saat ditemui JayantaraNews.com mengatakan, “Semenjak adanya kawasan wisata Dream Land, Alhamdulillah, usaha dagang saya meningkat drastis dan penghasilan pun cukup besar. Namun semenjak ditutupnya tempat wisata ini pada Rabu kemarin oleh Disparbud, usaha saya tidak lagi berkembang dan yang ada malah dagangan menumpuk. Karena tidak ada yang beli, ya terpaksa saya buang dan dibagikan kepada tetangga karena takut basi,” jelasnya, Sabtu (21/11).

Lain lagi dengan Jajang, tukang ojek yang sehari-hari mangkal di kawasan Curug Cinulang dan Dream Land. “Sepinya pengunjung, maka sepi pula yang menggunakan ojek, karena angkutan umum kekawasan itu jarang sekali selain ojek,” ungkapnya.

“Saya sangat kecewa dengan adanya penutupan Dream Land ini. Karena semenjak adanya lokasi wisata Dream Land ini, Alhamdulillah penghasilan meningkat, kehidupan saya juga ada perubahan. Namun setelah ditutupnya tempat wisata ini, saya merasakan kelabakan dalam mengais rezeki, mana motor masih cicilan. Saya berharap agar sesegera mungkin kawasan Dream Land dibuka kembali, dan perizinannya secepatnya beres,” kata Jajang memelas.

Semetara itu, Erik, Manajemen Obyek Wisata Dream Land mengatakan, “Memang saya pun menerima keluhan itu dari para pedagang dan tukang ojek. Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah diurus izin-izinnya. Mudah-mudahan secepatnya dan segera dibuka kembali, agar roda ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata ini bisa sejahtera,” ulasnya.

“Bagi para pengunjung obyek wisata ini juga diimbau untuk menjaga protokol kesehatan. Salah satunya, sebelum masuk areal wisata pengunjung harus cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker. Bahkan penyemprotan disinfektan pun selalu dilaksanakan,” tandas Erik. (Asep S/Egi BP)