Waspada! Modus Penipuan Tawaran Paket Kuota Isi Ulang Beredar di Medsos

JayantaraNews.com, Cimenyan

Baru-baru ini, di media sosial (Medsos) khususnya di Facebook beredar tawaran ‘Paket Kuota Isi Ulang’. Harga Paket yang terbilang murah, bahkan lebih murah dari harga biasanya. Namun ternyata, itu hanyalah ‘Modus Penipuan’ gaya baru.

Hal ini seperti yang dialami oleh salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan jatidirinya, warga Desa Cimenyan, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Ia menceritakan dan mengadukan kejadian tersebut ketika bertemu dengan awak media JayantaraNews.com, pada Minggu (22/11/2020). “Kejadian ini sewaktu saya sedang membuka aplikasi facebook, dimana setelah saya melihat ada tawaran Paket Kuota Isi Ulang, saya langsung tertarik untuk membelinya. Saat itu saya menghubungi nomor whatsapp yang tertera pada iklan tawaran tersebut, dan langsung ada balasan chat dari penjual yang berisi :”Terima kasih telah menghubungi Ginanjar Agen Kuota Isi Ulang. Mau beli Kuota? atau Daftar Reseller?”. Setelah dibalas lagi ingin Membeli Kuota, lalu saya diarahkan untuk segera melakukan pembayaran seperti berikut : “Cara Pembayaran? (Bisa via Bank/Pulsa Axis/OVO)
– 1. Pembeli memilih Kuota yang akan dibeli, dan chat ke Admin
– 2. Admin memberikan Rekening Bank/No. Pulsa/OVO
– 3. Pembeli membayar melalui Pulsa/Rekening bank/OVO sesuai nominal harga Kuota yang dibeli
– 4. Pembeli menyebutkan nomornya, Kuota dikirim langsung ke nomor tujuan
– 5. Selesai.”

Namun setelah memilih cara pembayaran, maka sumber pun memilih menggunakan Rekening Bank. Karena nominal yang akan dibelinya di bawah Rp50.000,00, maka si penjual pun mengarahkan untuk melakukan pembayaran menggunakan OVO, dan di situ terjadilah kesepakatan, hingga si penjual pun mengirimkan nomor tujuannya seperti ini : “OVO 08316140xxxx, an. : Sumber, kirim 30.000. Setelah pembayaran, infokan nomor tujuan Kuota”.

“Akan tetapi, setelah dilakukan pembayaran dan menginfokan nomor tujuan yang akan diisi, Kuota pun tak kunjung datang. Bahkan setelah dichat kembali, malah si penjual memberitahukan: nomor kamu 08********** minimal harus ada pulsa 33.000 Gan, supaya paket bisa terkirim. Syarat saja, biar paket bisa diterima, nanti ngga kepotong pulsa nya,” urainya.

Alhasil, Ia pun langsung percaya saja dan bergegas untuk mengisi pulsa. Kembali, setelah terisi pulsanya, si penjual pun memberitahukan kembali, bahwa : “Ada SMS masuk, sebutkan kode aktivasi PIN nya Gan. Tenang saja, itu ngga akan kepotong pulsa, hanya memastikan ngga salah kirim paket, dan nanti kode itu jangan dishare ke siapa-siapa, soalnya buat transaksi selanjutnya pakai kode itu,” kata warga menirukan kalimat si Penjual (penipu).

“Tanpa curiga, kode pun saya berikan. Namun nyatanya, semua itu hanyalah tipuan belaka. Karena Kuota yang diharapkan tak kunjung datang, pulsa pun malah hilang terpotong, dan sampai sekarang nomor si penjual pun tidak aktif,” tutur sumber.

Dia berharap, agar pengalaman tersebut bisa diangkat di media supaya tidak ada lagi korban seperti dirinya, dan mengimbau agar semua warga pengguna media sosial berhati-hati dengan modus penipuan seperti ini. (Akos)