Aceh Butuh Wagub Pengganti Yang Miliki Kemampuan Instan, Bukan Magang

JayantaraNews.com, Aceh

Pasca Nova Iriansyah dilantik sebagai Gubernur Aceh definitif oleh Mendagri beberapa waktu lalu, kekosongan jabatan Wakil Gubernur Aceh menjadi perbincangan hangat, baik di kalangan masyarakat maupun elit politik.

Menyikapi hal tersebut, Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Provinsi Aceh menilai, dengan sisa masa jabatan selama kurang dari 2 tahun itu, dibutuhkan figur yang memiliki kemampuan instan sebagai pengganti Wakil Gubernur Aceh, yang akan mendampingi Nova Iriansyah dalam menjalankan roda organisasi Pemerintah Aceh di sisa masa jabatan.

“Jadi, kita berharap koalisi partai pengusung Irwandi-Nova pada Pilkada 2017 lalu, harus sangat jeli dan hati-hati dalam menetapkan figur pengganti Wakil Gubernur. Sebaiknya Wagub pengganti tidak boleh diberikan kepada figur yang hanya sekedar ingin jabatan semata.” Demikian ditegaskan Ketua BPI KPNPA RI Aceh, Chaidir Hasballah didampingi Sekretarisnya T. Syafrizal, Senin (7/12/2020).

Menurut Chaidir, pentingnya menunjuk figur yang memiliki kemampuan instan sebagai Wagub pengganti, karena di sisa masa jabatan ini, tidak ada lagi waktu untuk melakukan eksperimen atau coba-coba, apalagi menempatkan figur yang hanya sekedar mengejar jabatan untuk “magang” sebagai Wagub.

Selain itu, lanjutnya, saat ini rakyat membutuhkan kerja keras pemerintah Aceh untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Sehingga dibutuhkan Figur Wagub yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang handal dalam menyeimbangi kinerja Gubernur Nova Iriansyah, demikian Chaidir Hasballah. (Red)