UMKM di Bantarpanjang Sukabumi Banyak Difiktifkan, Kades: Ada Permainan Apa? Akan Kami Laporkan!

Gambar ilustrasi

JayantaraNews.com, Sukabumi

Pelaksanaan program bantuan pemerintah bagi pelaku Usaha Kecil dan Mikro Menengah (UMKM) di Desa Bantarpanjang, Kec. Jampangtengah, Kab. Sukabumi, diduga tidak tepat sasaran, tuai sorotan.

Pantauan JayantaraNews.com di lapangan, nyatanya banyak kejanggalan yang terjadi. Dimana ada salah seorang buruh tani yang mendadak menjadi pedagang ‘bohongan’ demi mendapatkan bantuan UMKM senilai Rp2,4 juta. Tidak hanya itu. Ada juga seseorang yang tadinya hanya berprofesi sebagai seorang petani, namun kini mendadak menjadi ‘tengkulak’, dan hanya dibuktikan oleh SKU. Namun setelah uang itu didapat, mereka kembali jadi petani.

Menurut informasi yang didapat, ada terdapat 400 orang penerima bantuan UMKM di Desa Bantarapanjang, Kec. Jampangtengah, Kab. Sukabumi yang diduga Fiktif Data.

Mulyadin, S.Pd, selaku Kepala Desa (Kades) Bantarpanjang Kec. Jampangtengah yang ditemui JayantaraNews.com mengatakan, “Secara pribadi saya merasa terbantu, karena tiba-tiba warga kami mendapat bantuan dengan mudah. Hanya dengan KTP & KK, ditambah surat keterangan usaha (SKU) dari desa, lalu diajukan oleh pihak ketiga, dan selang beberapa minggu bisa dicairkan di Bank BRI. Walaupun ada pemotongan, itu tanpa ada verifikasi, dan itu tanpa sepengetahuan pihak desa. Fatalnya lagi tidak memiliki usahanya, namun semudah itu mendapatkan. Kita semua pun dibuat keder tentang program UMKM ini,” katanya.

“Saya juga bingung, kok begitu mudah mendapatkan. Hanya mengajukan pakai KTP & KK, ditambah SKU dari desa, langsung bisa dicairkan, ini ada permainan apa ?” kata Kades.

Masalah ini sudah kita koordinasi dengan pihak kecamatan. “Makanya, sebelum lebih jauh dan warga kami jadi korban, kami akan usut siapa dalang semua ini ? Bila perlu kami adukan ke pihak aparat penegak hukum (APH). Pasalnya, diduga ada tanda tangan dan cap desa yang tidak kami ketahui, alias dipalsukan. Tapi ini baru dugaan,” kata Kades Bantarpanjang, Mulyadin.

Sementara itu, salah seorang Perangkat Desa Bantarpanjang, saat ditemui dan dipertanyakan terkait kutipan Rp700 ribu sampai kisaran Rp900 ribu dari warga yang mendapat bantuan program UMKM, mengelak. Bahkan mereka berani bersumpah jika dalam program UMKM pihak desa dilibatkan, apalagi memungut. “Mungkin itu ada pihak lain, dan bukan perangkat desa. Kami sepeser pun tidak menerima. Namun jika ada warga yang membuat SKU, lalu ada yang mengasih rokok, ya kita terima, meskipun kita sudah informasikan bahwa ini tidak ada pungutan apapun, semua gratis,” tepisnya.

Disinggung soal warga yang membuat SKU di Desa Bantarpanjang, mereka akui banyak. “Ini terjadi bulan Desember 2020, mungkin ada kisaran 150 orang, sebagai pelengkap pengajuan program UMKM. Hanya kami tidak tahu kelanjutannya, sudah cair apa belum,” ujar salah satu perangkat desa yang enggan namanya disebutkan.

“Memang pihak desa untuk program UMKM, hanya sampai membuat SKU saja,” tambahnya.

Sementara itu, Drs. Sabar Suko, selaku Camat Jampangtengah, saat ditemui di kantornya mengatakan, “Kami memang dengar sangat ramai dan jadi perbincangan soal UMKM di Desa Bantarpanjang. Dalam waktu dekat akan kami panggil, antara pihak desa dan pihak yang mengkolektifkan. Jika memang terbukti salah, kita akan proses lebih lanjut,” tegasnya. (Pid)