Bripka Yusep Rusyana: Waspada! Cibeunying Cimenyan Darurat Corona

JayantaraNews.com, Cimenyan

Menyikapi pandemi Corona terkhusus di wilayah Kel. Cibeunying, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, yang selama ini dianggap sepi, namun nyatanya justru banyak yang terpapar. “Menurut data yang kami peroleh dari pihak Puskesmas Cibeunying, terindikasi ada 12 orang yang terkonfirmasi. 9 orang dinyatakan positif, 3 orang menunggu hasil swab. Mereka yang terpapar, di antaranya; di wilayah RW 08, RW 04, RW 11, RW 02, RW 09, RW 07, dan yang di wilayah RW 19, 13, 14, 22 sudah clear.” Demikian disampaikan Bripka Yusep Rusyana, selaku Bhabinkamtibmas Kel. Cibeunying, Kec. Cimenyan, melalui JayantaraNews.com, Rabu (13/1/2021).

Yusep Rusyana, yang selama ini intens berkoordinasi, berkomunikasi dan bersosialisasi, baik dengan pihak kepengurusan, Puskesmas, maupun keluarga terdampak mengatakan, bahwa adanya belasan orang yang terkonfirmasi Corona, tentunya diperlukan kerja sama semua pihak untuk sama-sama meminimalisir penyebarannya. Baik pihak kelurahan selaku gugus tugas, kepengurusan, pihak Dinas Kesehatan wilayah setempat (Puskesmas Cibeunying), dan intinya kepro-aktifan keluarga terdampak.

“Ini imbas dari warga masyarakat Cibeunying yang bandel. Masih banyaknya warga yang ngariung (kumpul-kumpul, red) tanpa mematuhi protokol kesehatan dan terlalu menyepelekan adanya Covid, ya dampaknya seperti ini,” sesal Yusep Rusyana.

Yusep mengimbau kepada warga masyarakat Cibeunying, Kec. Cimenyan khususnya, “Mari kita bersama-sama berjibaku melakukan pencegahan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Andai ada warga yang mendengar dan melihat adanya warga yang terindikasi terkonfirmasi Covid, segera melapor ke kepengurusan,” ajaknya.

Bidan Yani Rustiani

Sementara itu, Yani Rustiani, selaku Bidan Desa Kel. Cibeunying, saat dihubungi JayantaraNews.com, pada Rabu (13/1/2021) melalui pesan whatsappnya, dipertanyakan langkah apa dari pihak Puskesmas yang sudah dan sedang dilakukan menyikapi persoalan tersebut, Ia mengatakan, bahwa kalau ada laporan mengenai warga yang terkonfirmasi, kita langsung melakukan tracing dan pemantauan. Selain itu, kita pun melakukan swab untuk yang kontak erat, konfirmasi dan suspek. “Yang sudah kita kerjakan, pertama tracing apabila ada kasus positif terutama terhadap kontak erat. Kedua, testing untuk memutus mata rantai penularan, dan ketiga treatmen kalau memang kasusnya sudah pasti terdiagnosis,” jelas Bidan Yani Rustiani, yang diamini Bidan Intan Berliani Putri. (Arin)