Masa Pandemi Covid-19, MUI, PGIS & FKUB Kota Depok Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama

JayantaraNews.com, Depok

Majelis Ulama Indonesia (MUl) bersama PGIS dan FKUB selalu bersinergi menjaga kerukunan umat beragama di Kota Depok.

Hal tersebut disampaikan KH. A. Kholadi sebagai komisi hubungan antar agama MUI Kota Depok yang juga Ketua MUI Cinere. Ia mengatakan, hingga saat ini, kami dari MUI belum bisa menyatakan sikap terkait pandemi ini, sebab kita masih mengikuti perkembangan, katanya kepada awak media di Coffee Cornelis, Jalan Pemuda, Sabtu (23/01/2021).

“Kami mengikuti perkembangan terhadap proses pandemi Covid-19 ini, dan tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan, memakai masker,” ujarnya.

Meski demikian, MUI tidak buru-buru memberikan statement terhadap proses yang berkembang di tengah masyarakat, karena MUI tetap harus aktif memantau perkembangan situasi ini.

Kholadi mengatakan, MUI juga harus berhat-hati dan harus aktif di dalam memberikan komitmen atau statement, itulah fungsi MUI.Terlebih masalah umat beragama yang menjalankan ibadah di situasi pandemi, ucapnya.

Mengenai adanya dugaan kelompok intoleransi ataupun gerakan radikal dan terorisme di Kota Depok, itu hanya penilaian orang saja. Faktanya, kami bersama umat beragama di Kota Depok cukup baik juga selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Saya barusan berdialog dengan pendeta dari agama Kristen, dan kami selalu menjalin komunikasi,  bahkan setiap hari Sabtu kami sering berkumpul,” pungkasnya.

MUI merupakan mitranya pemerintah yang mewakili umat beragama dan tentunya MUI senantiasa mengikuti perkembangan bersama FKUB dan komponen agama lainnya di Kota Depok, jelasnya.

Lebih lanjut Kholadi katakan, dengan kepemimpinan Pak KH. Muhammad Idris dengan Imam Budi Hartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota memimpin Kota Depok, kita tetap akan memberikan dukungan terhadap kinerja kedepan, imbuhnya, yang diaminkan H. Leopianto dari FKUB Kota Depok.

Sementara itu, Mangaranap Sinaga selaku Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia – Sekitarnya (PGIS) Kota Depok yang juga Sekretaris FKUB Kota Depok didampingi Zetplayers Tarigan menambahkan, bahwa PGIS Kota Depok tetap menjaga sinergitas dengan seluruh komponen umat beragama. “Kami selalu solid dengan MUI, NU dan Muhamadiyah,” tutur Mangaranap.

Mengenai ibadah umat Kristiani di Kota Depok di masa pandemi Covid-19, selama ini kita melakukan ibadah melalui darling atau online yang telah dipersiapkan oleh pengurus dan pendeta bersama petugas.

“Kemungkinan ibadahnya dibatasi 30 orang sampai 50 orang di satu gereja. Sesudah itu direkam atau live streaming istilahnya bersamaan ibadah jamaahnya di rumahnya masing-masing.”

Inilah bentuk dukungan umat Kristen kepada pemerintah, khususnya dalam PPKM atau biasa disebut PSBB.

Ranap terangkan, sekarang ini, meskipun sudah banyak desakan kerinduan mereka beribadah di gereja, namun sudah ada pengajaran untuk umat Kristen beribadah.

Meskipun rumah ibadah itu rumah Tuhan mau datang ke hadiratnya. Begitulah kerinduan umat Kristen itu.

“Ya, kita dari pimpinan agama meminta, lakukanlah dulu beribadah di rumah, pasti nanti  ada waktu akan aman, nyaman ketika kita telah melalui cobaan bencana pandemi Covid-19 ini berakhir. Pada prinsipnya, kita siap mendukung program-program pemerintah,  khususnya di Kota Depok, dan Pak Wali Kota Muhammad Idris tahu persis itu gimana dukungan gereja untuk PSBB. Artinya, PGIS beserta umat Kristen selalu bersinergi dan secara rutin berkomunikasi, baik melalui online lewat zoom dengan pimpinan gereja di Kota Depok.”

“Pertemuan satu atau dua bulan sekali paling tidak mengikuti perkembangan yang selalu diinformasikan termasuk kemarin 10 orang yang divaksin perdana di Makara UI,” ungkap Ranap.

Saat itu ada Ketua Umum PKS bersama Wakil Wali Kota, Dandim, Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri, dari 10 orang yang divaksin itu, ada dari PGIS yaitu Pendeta Peggy Melati mewakil umat beragama.

“Kami mengucapkan terima kasih untuk pemerintah kota yang memikirkan sampai ke situ, dan kita berharap dalam waktu dekat ini ada tokoh-tokoh agama, baik Islam maupun Kristen dan lainnya juga divaksin,” pintanya.

Setelah itu tokoh masyarakat dan tokoh agama yang di vaksin juga wartawan yang juga sebagai garda terdepan, karena kinerjanya mobilitas, sering bertemu orang, tutup Ranap. (YF)