Jajaran Polres Padang Pariaman Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Gambar ilustrasi

JayantaraNews.com, Padang Pariaman

Jajaran Kepolisian Resor Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat berhasil menangkap pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku seorang laki-laki berinisial A (31), warga Lubuk Alung yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur sebut saja Bunga (14). Pelaku melakukan kejahatannya dengan modus memanfaatkan foto bugil korban.

Menurut Kasatreskrim Polres Padang Pariaman AKP Ardiansyah Rolindo Saputra kepada awak media mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 15 September 2020, dan pelaku telah kami amankan pada tanggal 19 Februari 2021,” ujar Kasat Reskrim.

Ia mengatakan, kejadian berawal ketika korban dan tersangka menjalin hubungan asmara atau berpacaran beberapa bulan terakhir ini. Pada masa itu, tersangka meminta korban untuk berfoto bugil. Setelah tersangka mendapatkan foto bugil korban, lanjutnya tersangka kemudian meminta korban untuk melakukan persetubuhan dengan memanfaatkan foto bugil korban tersebut.

“Jika korban menolak tidak mau melakukan persetubuhan, maka foto tersebut akan disebar di media sosial,” kata pelaku.

Karena takut dengan ancaman tersebut, maka dengan terpaksa korban mau mengikuti permintaan tersangka untuk melakukan persetubuhan.

Berdasarkan laporan pada 17 September 2020, Tim dari Reskriminal Polres Padang Pariaman mencari keberadaan pelaku, sehingga pada 19 Februari 2021 dilakukan penangkapan.

Tersangka ditangkap sedang membawa truk di Kabupaten Kampar, Riau dan ditangkap tanpa perlawanan.

Sebelumnya, korban dan tersangka saling kenal melalui media sosial hingga akhirnya menjalin hubungan asmara beberapa bulan terakhir ini.

Fatmiyeti, selaku Ketua Lembaga Perlindungan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak mengimbau kepada para orangtua agar mengawasi anak-anak dan juga mengawasi penggunaan gawai pada anak.
“Bila perlu dibuatkan perjanjian dengan anak, agar sekitar pukul 21.00 WIB anak-anak tidak lagi mengoperasikan gawai tersebut,” tutup Fatmi. (Tim)