Baznas Kab. Solok Lakukan Bedah Rumah Tidak Layak Huni

JayantaraNews.com, Kab. Solok 

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Solok sedang giatnya mengejar target dalam penyelesaian Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Dari 74 nagari di Kabupaten Solok yang tersebar dari 14 kecamatan itu, beberapa nagari telah terealisasi, dan sisanya  dilanjutkan tahun 2021 ini. Hal ini disebabkan, karena nagari dalam tahapan proses serta survei lapangan atas kelayakan penerimaannya. “Dan masih banyak lagi daerah yang akan disurvei layak atau tidaknya dalam menerima bedah rumah tersebut,” terang Wakil Ketua I Baznas Kab. Solok, Nazarudin, kepada JayantaraNews.com, di Kantor Baznas Kab. Solok, Selasa, 23/2/21.

Nazarudin menjelaskan terkait pelaksanaan RTLH di nagari. “Karena sebagian besar, tidak dan belum terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di nagari tersebut. Ini juga kita upayakan untuk pembentukannya,” katanya. 

Kita akan terus berupaya membantu masyarakat untuk bedah rumah tidak layak huni, berdasarkan kajian dan prosedur dari awal sampai selesai. Ia juga menjelaskan, rumah tidak layak huni itu dibantu sebesar Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).

Selanjutnya, setelah selesai pembangunan RTLH, Baznas Kabupaten Solok menyalurkan dana produktif senilai Rp5 juta, untuk modal usaha. Tujuannya, agar mustahiq penerima dapat berusaha lewat bantuan permodalan, guna meningkatkan pendapatan perekonomiannya. Dan supaya bantuan ini bisa dikembangkan untuk kedepannya, jelasnya.

Adapun, berkenaan atas program-program yang telah dilaksanakan oleh pengurus Baznas Kabupaten Solok, dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, empat tingkat dua mendapatkan nilai akreditasi A, dan salah satunya diraih oleh Baznas Kabupaten Solok. Karena Baznas melebihi pencapaian target pendapatan zakat dari para penyalurnya, dan semua itu berkat kegigihan Baznas berserta jajarannya. 

Nazarudin Wakil Ketua I menjelaskan, Baznas Kab. Solok menyalurkqn berupa bentuk program bantuan seperti bedah rumah tidak layak huni, bantuan modal usaha produktif, bantuan berobat untuk lansia dan keluarga miskin, beasiswa untuk siswa dari keluarga miskin dan bantuan lainnya. Sedangkan untuk data calon penerima bantuan, selain diusulkan oleh wali nagari, pihak Baznas juga melakukan seleksi ketat secara administrasi dan kelayakan penerima bantuan, terangnya.  (Aji)