Sikapi Mafia Maling Solar Pertamina di Tuban, BPI KPNPA RI: Istana & Senayan Koq Bungkam, Ada Apa?

JayantaraNews.com, Jakarta

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar, SH., S.Sos., mengutuk dan mengecam keras oknum salah satu wakil rakyat yang diduga membekingi Pencurian Solar Bersubsidi di masa pandemi Covid-19, yang terjadi di Tuban.

Sebelumnya, Rahmad Sukendar meminta Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk tidak bungkam dan menutup mata terhadap Mafia Maling Solar Pertamina, Senin (5/4/2021).

Baca : BPI KPNPA RI: BEJAT! Mafia Maling Solar Diduga Libatkan Oknum DPR RI, Ahok Bungkam!!! – https://www.jayantaranews.com/2021/04/73140/

Ia meminta Ahok jangan bungkam dan menutup mata terhadap pencurian yang diduga dilakukan Mafia Maling Solar Pertamina, dan berharap Ahok dapat memainkan perannya sebagai Komisaris Utama Pertamina untuk menekan Kapolri agar dapat menyelesaikan kasus ini hingga tuntas, sekaligus menangkap otak intelektual yang diduga melibatkan salah seorang pemilik kursi di DPR RI.

Sosok Aktivis Anti Korupsi yang digadang-gadang masuk menjadi Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk menggantikan Alkostar berharap, agar Presiden RI Joko Widodo dan Senayan untuk ikut turun tangan menuntaskan kasus pencurian solar yang ada di Tuban.

“Saya juga meminta Presiden Ir. H. Joko Widodo dengan segala kekuasaannya segera perintahkan Kapolri untuk memanggil dan memeriksa oknum Anggota DPR RI yang diduga ikut membekingi Maling Solar Bersubsidi yang dilakukan oleh oknum-oknum Mafia Minyak di tengah laut di Tuban Jawa Timur. Saat ini rakyat sangat  butuh kehadiran Presiden Joko Widodo untuk memimpin genderang pemberantasan Mafia Maling Minyak Solar yang ada di Pertamina. 21,5 Ton itu bukan sedikit, namun mereka berani melakukan seakan tanpa beban!” geramnya.

“Ada apa juga Istana dan Senayan diam tidak merespon terkait maraknya pemberitaan terkait maling minyak yang dilakukan oleh mafia minyak dan sudah menggerogoti keuangan negara sampai dengan triliunan rupiah? Koq seakan bungkam?” tandas Rahmad Sukendar geram. (red)