Soal Dugaan Pencaplokan Tanah Ahli Waris di Jeruklegi Wetan, Camat: Masih Dipelajari

JayantaraNews.com, Cilacap

Soal laporan pengaduan para ahli waris atas nama almarhum Yatinah San Mochamad, warga Dusun Kalibanjar II, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui Media Online Jayantara News, belakangan tuai sorotan beberapa pihak.

Baca : Jalin Kemitraan Strategis, Kabareskrim & BPI KPNPA RI Bahas soal Mafia Tanah, Tipikor, Pidum hingga Pengawasan Internal – https://www.jayantaranews.com/2021/04/73443/

Pasalnya, dari beberapa titik yang diklaim oleh para ahli waris, justru sudah diduduki bahkan dibangun oleh pihak-pihak terkait, layaknya tanah miliknya sendiri. “Sudah adanya beberapa bangunan Bang, seperti Puskesmas dan rumah dinas dokter, bangunan Sekolah Dasar Negeri (SD), pasar, dll,” kata Sumaryono, atau karib disapa Semplo, salah satu cucu dari ahli waris almarhum Yatinah San Mochamad.

Semplo mengatakan, “Patut diduga, karena dari dulunya, di Pemerintahan Desa Jeruklegi Wetan sarat dengan permainan. Hingga mereka yang menduduki dan membangun di lahan tersebut beranggapan bahwa lahan dimaksud adalah milik pemerintahan desa setempat,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim Jayantara News yang berkolaborasi dengan Tim Investigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Cilacap, yang sudah mendapatkan Kuasa dari keluarga ahli waris sudah berinisiasi melakukan mediasi dengan Pemerintahan Desa Jeruklegi, perihal minta klarifikasi atas dugaan pendudukan tanah yang diduga diklaim (diakui) oleh pemerintahan desa dimaksud.

Baca : Sarat Kongkalikong! Puluhan Tahun Lahan Ahli Waris di Jeruklegi Diduga Dicaplok Pemdes Setempat – https://www.jayantaranews.com/2021/04/73497/

Namun dalam pembahasan saat mediasi tersebut, yang dihadiri oleh Evi Sulistyawan selaku Kepala Desa maupun Feri Mujiono selaku Sekretaris Desa Jeruklegi Wetan, saat dicecar berbagai macam pertanyaan oleh Tim BPI KPNPA RI maupun Tim Jayantara News dan para ahli waris, tidak bisa berkata banyak. Hal ini cukup beralasan, karena mereka tidak adanya pelimpahan berkas, terkait apa yang dipersoalkan para ahli waris.

Hingga saat dipertanyakan oleh Tim, apa bukti hak yang dipegang para pemilik tanah, dalam hal ini ahli waris, Feri menjawab: “Saya tidak tahu. Karena itu kinerja perangkat desa yang dulu.”

Alhasil, dari pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan tim saat dilakukan mediasi, terkait keberadaan Buku Desa, Kohir, Letter C, juga persoalan tanah bengkok (tanah carik, red), tidak mendapatkan kepuasan, karena mereka (perangkat desa) cenderung menjawab ‘tidak tahu’.

Menyikapi seputaran kejanggalan tersebut, setelah sebelumnya menghubungi pihak-pihak terkait, seperti Kades Jeruklegi Wetan, Sekdes Jeruklegi Wetan dan Kadus, kini giliran Tim JayantaraNews.com melalui Agus Chepy Kurniadi, selaku Pimpinan Umum yang menghubungi Camat Jeruklegi, Rosikin.

Dihubungi melalui pesan whatsappnya dan dipertanyakan polemik antara Pemdes Jeruklegi Wetan dan para ahli waris almarhum Yatinah San Mochamad, Ia menuturkan, “Saya camat baru pak, belum bisa berkomentar. Masih mempelajari permasalahan ini,” ringkasnya. (Tim)

Bersambung…!!!