Kepergok Diduga Mencuri Getah Karet di PTPN VII Unit Kedaton, RS Harus Mendekam di Mapolsek Jati Agung

JayantaraNews.com, Jati Agung Lampung Selatan

Ridwan Susanto alias Kancil (32) warga Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Jati Agung.

Setelah ketahuan dan kepergok diduga sedang melakukan pencurian getah karet di wilayah perkebunan PTPN VII Unit Kedaton di Afdeling II Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Jumat (30/4/2021) kemarin sekitar pukul 00.30 WIB.

Menurut Kapolsek Jati Agung Iptu Mayer Siregar mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution mengungkapkan, saat sedang beraksi, Kancil bersama kedua rekannya dipergoki security PTPN VII.

Saat itu, ketiga pelaku tengah mengambil getah karet dari mangkok yang ada di pohon. Lalu mereka memasukkan ke dalam karung dan hendak dibawa dengan menggunakan sepeda motor.

“Alhasil, aksi mereka kali ini gagal lantaran dipergoki oleh security yang sedang melaksanakan patroli malam di wilayah perkebunan tersebut,” ungkap Iptu Mayer, Sabtu (1/5/2021).

Lanjut Iptu Mayer, saat kepergok, Kancil pun berhasil ditangkap, namun kedua rekannya berhasil kabur melarikan diri. Yakni berinisial BN serta UG yang sekarang menjadi daftar pencarian orang (DPO). Sementara, Kancil serta barang bukti berupa getah karet sebanyak 4 karung yang seberat 200 kilogram juga ikut diamankan.

“Akibat kerugian tersebut, PTPN VII mengalami kerugian yang ditaksir senilai Rp3 juta,” terangnya.

“Saat dilakukan interogasi terhadap pelaku Kancil, ia mengakui bahwa sudah sering melakukan pencurian getah karet bersama kedua rekannya tersebut. Bahkan sudah 10 kali,” jelasnya.

Pelaku juga mengakui, getah karet hasil curiannya itu akan dijual ke penadah yang berinisial RN, di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang.

“Namun yang bersangkutan telah melarikan diri saat dilakukan penggerebekan di kediamannya. Dan saat ini RN, ikut menjadi DPO. Tersangka Kancil berikut Barang berupa 4 buah karung berisikan getah  dengan berat kurang lebih 200 Kg. 2 unit sepeda motor, masing-masing merk Honda Kharisma warna hitam tanpa nomor polisi langsung dibawa ke Polsek Jati Agung untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” tukasnya.(HMS/Jupri)