Miris! Taman Makam Pahlawan Manggala Jaya Jeruklegi Cilacap Terabaikan

JayantaraNews.com, Cilacap

Taman Makam Pahlawan atau sering disingkat TMP adalah lokasi pemakaman yang dikhususkan bagi mereka yang telah berjasa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk para pahlawan nasional, anggota militer, dan pejabat tinggi negara.

Namun ironisnya, Taman Makam Pahlawan yang diperuntukkan bagi pemakaman para pahlawan yang telah gugur demi memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik dari rongrongan internal maupun eksternal negara, seringkali dilupakan jasa-jasanya.

Hal ini seperti yang terjadi di Taman Makam Pahlawan Manggala Jaya Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Mulyadi Tanjung, atau akrab disapa Bang Buyung, selaku Kabid Investigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) DPD Cilacap, yang kebetulan sedang melakukan investigasi di wilayah tersebut merasa miris dan prihatin. “Semestinya, dari Pemerintahan Desa Jeruklegi Wetan bisa mengusulkan ke Pemkab Cilacap, terkait peninggalan sejarah yang bisa dijadikan cagar budaya. Disamping belasan peninggalan sejarah di Kabupaten Cilacap yang sudah diusulkan,” ucapnya.

“Lah ini, kata Buyung. Jangankan untuk pengusulan sebagai tempat cagar budaya, lah wong perawatannya saja terkesan mengabaikan.”

Contoh kecil, ujar Buyung sembari menunjuk Papan Plang (Pintu Gerbang). Dilihat dari Papan Namanya saja sudah hampir tidak terlihat. Bendera merah putih pun sebagai lambang bendera negara dan identik dengan semangat perjuangan para pejuang kemerdekaan tidak ada sama sekali,” sesalnya.

Dikatakan Buyung, “Ini suatu bentuk ketidakpedulian dan terkesan abai. Layaknya daerah tak bertuan atau terlantar,” ujarnya.

“Tak bisa saya bayangkan, bagaimana sakitnya dalam batin melihat suasana tempat pemakaman pahlawan seperti ini, batu nisan pun tertutup ilalang dan hilang. Padahal jiwa dan raganya telah dikorbankan demi nusa dan bangsanya,” urainya.

Buyung, yang mewakili masyarakat secara umum dan keluarga (kerabat) para pahlawan khususnya, meminta kepada pemerintahan setempat agar lebih menanamkan rasa kepedulian terhadap pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah, Jas Merah!” tegasnya. (Tim)