KPM PKH di Desa Manggungharja Ciparay Tidak Terima BPNT

JayantaraNews.com, Kab. Bandung

Adanya peralihan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kini menjadi program Sembako, seakan menyimpan segudang permasalahan, yakni dari mulai adanya dugaan yang tidak sesuai komoditi dengan jumlah uang hingga mesin EDC yang pinjam ke e-Warung yang lain, selain juga supplier yang mendapat keuntungan besar namun tidak bisa memberikan keuntungan bagi e-Warung.

Seperti halnya yang dialami oleh warga Desa Manggungharja yang merasa dirinya mendapatkan Program Sembako, namun selama 5 bulan terakhir warga tersebut tidak mendapatkannya. Warga yang mempunyai rekening dan ATM untuk PKH dan Program Sembako yang ada di Desa Manggungharja itu, baru sebanyak 19 KPM yang terdapat di 2 RW.

Salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mempunyai ATM untuk Program Sembako, saat dihubungi JayantaraNews.com pada Selasa (4/5) mengatakan, “Memang benar. Seharusnya saya mendapatkan Program Sembako itu, namun sekarang ini sudah 5 bulan, dan ATM saya jika digesek selalu kosong. Saya pun tidak tahu, kenapa bisa sampai seperti ini?” jelasnya.

Dalam hal ini, yang menjadi aneh para KPM PKH adalah, untuk uang biaya Program Keluarga Harapan bisa dicairkan, namun anehnya Program Sembako atau BPNT tidak cair selama 5 bulan. “Entah apa yang terjadi, sampai tidak ada sinkronisasi antara aturan pemerintah pusat dan di lapangan,” ulasnya.

Atas hal itu, perlu adanya penjelasan dari pihak bank penyalur dalam hal ini Bank BNI. Namun saat hendak bertemu dengan Taufik, selaku pihak Bank BNI, melalui informasi salah seorang rekannya, yang awalnya akan bertemu pada Selasa (4/5) pukul 10.00 WIB, lalu diundur pukul 13.00 WIB, dan terakhir informasi dari rekan media yang menghubungi Taufik, konon katanya tidak bisa bertemu tanpa ada alasan apapun. Bahkan media pun bolak balik ke BNI Majalaya, akan tetapi tetap tidak bisa bertemu. (Asep S)