Citarum Menyempit, Kadis PUPR Khawatir Majalaya TERENDAM!

JayantaraNews.com, Kab Bandung

Kekhawatiran masyarakat Desa Tanggulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung selama ini, kini terjawab sudah.

Setelah Kadis PUPR Kabupaten Bandung Agus Nuria meninjau lokasi pengerjaan Normalisasi DAS Citarum, yang berlokasi di Jembatan Patrol Majalaya, terkesan menyempit dan mengundang khawatir dari masyarakat Tanggulun itu sendiri.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pemegang anggaran Normalisasi Citarum melakukan kajian untuk Normalisasi Sungai Citarum 2007, serta melaksanakan normalisasinya di tahun sekarang (2019).

Dari jarak pengkajian, hingga pelaksanaan pembangunan normalisasi membutuhkan waktu 12 tahun, dengan hasil mengundang khawatir masyarakat Majalaya dan sekitarnya.

Normalisasi yang terkesan penyempitan itu dirasakan oleh warga akan mengundang dampak yang cukup drastis. Bahkan, Kadis PUPR Agus Nuria berpendapat,” Kenapa BBWS mengerjakan Normalisasi Sungai Citarum menjadi sempit, dan terkesan mengkhawatirkan akan terjadi banjir lagi?.” Demikian, Kadis PUPR Kabupaten Bandung Agus Nuria, dihubungi JayantaraNews.com, di lokasinpengerjaan Normalisasi DAS Citarum.

” Saya pun merasa khawatir melihat secara langsung pembangunan Normalisasi DAS Citarum ini, apalagi warga sekitar Citarum. Karena saya tinjau, ternyata memang ada penyempitan DAS Citarum yang suatu saat hujan akan mengakibatkan banjir kembali,” jelas Agus Nuria.

” Maka dari itu, saya akan melakukan koordinasi dengan BBWS dan DLH, untuk membahas tentang Normalisasi Citarum ini. Karena memang setelah ditinjau, Citarum menjadi menyempit. Untuk itu, saya akan rapat membahas bersama dan minta penjelasan dari BBWS dan DLH tentang normalisasi yang terkesan menyempit. Insya Allah, akan sesegera mungkin dilakukan koordinasi, karena takut musim hujan tiba dan dampak pada masyarakat akan seperti apa,” ungkap Kadis PUPR Agus Nuria.

Sementara itu, Camat Majalaya Ika Nugraha, berpendapat sama. ” Memang kalau dilihat, Sungai Citarum seakan menyempit, karena kini di kiri kanan dibangun jalan inspeksi, dimana memakan aliran Sungai Citarum. Inilah yang patut menjadi perhatian BBWS, dan diharapkan BBWS dapat memberikan informasi kepada warga Majalaya kalau memang normalisasi ini tidak berdampak banjir,” tutur Ika Nugraha.

Normalisasi yang terkesan penyempitas DAS Citarum itu, menurut informasi akan diperdalam hingga 4 meter. Walaupun memang lebar Citarum kini menyempit dari lebar 22 meter, kini menjadi 18 meter.  Kehilangan lebar 4 meter itu diganti dengan kedalaman 4 meter. Namun yang menjadi masalah di kalangan warga, efektifnya lebar dikurang digantikan dengan kedalaman.

Hal demikian seperti diungkapkan Nanang, warga Ciwalengke. ” Saya tidak setuju dengan normalisasi yang membuat sempit Sungai Citarum. Bayangkan saja, dulu lebar 22,5 meter, sekarang hanya 18 meter, apakah dapat menampung debit air yang deras di saat curah hujan memuncak? Dulu saja dengan lebar 22,5 meter, banjir mencapai 1 meter, apalagi sekarang dengan lebar hanya 18 meter, kemungkinan besar luapan Sungai Citarum di musim hujan akan semakin tinggi dan yang menjadi korban warga Majalaya, bukan pegawai BBWS. Jadi saya harap, BBWS untuk mengkaji ulang tentang langkah-langkah normalisasi ini,” geram Nanang. (Asep Setiawan/Egi Bina Pratama)

0Shares