HomeBandung RayaSoal Penyaluran Sembako Covid-19, GP2VC: Kinerja Dinsos KBB Seperti Polisi India!

Soal Penyaluran Sembako Covid-19, GP2VC: Kinerja Dinsos KBB Seperti Polisi India!

0Shares

Soal Penyaluran Sembako Covid-19, GP2VC: Kinerja Dinsos KBB Seperti Polisi India!

JayantaraNews.com, KBB

Gerakan Peduli Penanggulan Virus Corona (GP2VC) yang berbasis di Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada 5 Mei 2020 angkat bicara mengkritisi kisruh penyaluran paket bantuan untuk ribuan warga setempat dari Dinas Sosial (Dinsos) KBB.

Persoalan ini muncul terkait lambannya kinerja Dinsos KBB bergerak, terutama dalam kaitan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Bandung Raya untuk periode 6 Mei – 19 Mei 2020 menghadapi pandemi Covid-19.    

Adalah Fauji, dari perwakilan GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) selaku Koordinator GP2VC, di Sekretariat Bersama GP2VC di bilangan Kampung Ciburial Mekar, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, KBB. Setelah melakukan investigasi mendalam bersama tim, menduga adanya kelalaian atas kinerja Dinsos KBB yang tidak profesional: “Ini sangat berdampak pada citra Pemerintah KBB, padahal launching pendistribusian Sembako untuk masyarakat KBB sudah dikumandangkan. Faktanya, hanya kurang lebih 10% saja yang terlaksana. Tentu, kinerja buruk ini mengundang opini miring dari banyak kalangan. Bukankah paket bantuan ini sangat dinanti masyarakat?” 

Lainnya, Pice Rivai perwakilan dari Laskar Merah Putih (LMP) KBB, dalam hal ini selaku Wakil Koordinator GP2VC menyatakan, Dinsos KBB harus konsisten, bersegera melanjutkan program pendistribusian Sembako ini.

“Alasan tersendat pendistribusian, yang kami duga keras hanya dicari-cari, dengan menyebut-nyebut validasi segala, janganlah dijadikan tameng untuk mengaburkan prosedur. Sebaiknya, segera cari solusi, jangan malah memutar-mutar dengan aneka alasan …”, papar Pice Rivai dengan nada geram  – “Padahal, Bupati KBB secara langsung sudah memberi perintah ke Kadinsos agar segera menyalurkan bantuan ke yang berhak. Faktanya, mereka lambat sekali mengeksekusi perintah Bupati.”

Lebih lanjut Koordinator GP2VC dalam pernyataannya masih di hari yang sama, juga menuding pihak Legislatif antara lain kinerja DPRD KBB melalui Panja Covid-19, mendesak agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat. 

“Ingat, kalau bekerja jangan seperti Polisi India. Setelah terjadi peristiwa buruk, baru berteriak,” ujar Fauji, yang ditimpali Pice Rivai  dan Bambang Irawan salah satu anggota Koordinator GP2VC – “Padahal KBB punya slogan ‘LUMPAT’ maknanya kinerja Dinsos KBB harus sigap dan mampu mengimbangi situasi serta kondisi masyarakat di lapangan yang butuh bantuan. Ini kok macet?” (Harri Safiari) 

0Shares
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
Related News