HomeLintas BeritaNurmelan, 5 Tahun Tinggal Di Gubuk Reyot Tengah Hutan, Butuh Perhatian Pemko...

Nurmelan, 5 Tahun Tinggal Di Gubuk Reyot Tengah Hutan, Butuh Perhatian Pemko Tanjungbalai

0Shares

Nurmelan, 5 Tahun Tinggal Di Gubuk Reyot Tengah Hutan, Butuh Perhatian Pemko Tanjungbalai

JayantaraNews.com, Tanjungbalai

Sungguh memprihatinkan nasib Nurmelan Hajijah Damanik (29), seorang janda didampingi satu orang putrinya yang baru berusia 5 tahun ini. Mereka tinggal di sebuah gubuk tua, di Lingkungan IV Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.

Saat ditemui JayantaraNews.com pada Sabtu (9/5/2020), lokasi rumahnya berada jauh dari pemukiman penduduk, tanpa ada air bersih serta listrik, persisnya di lokasi bekas perumahan nelayan yang dibangun pemerintah 30 tahun silam, berdekatan dengan areal perkebunan PT Delimas Tanjungbalai.

Gubuk yang ditempatinya itu hanya berlantai papan yang sudah reyot dengan kondisi atap yang bocor dan dinding yang sudah mulai lapuk. Untuk kebutuhan penerangan di malam hari, ibu ini memakai lampu teplok, sedangkan untuk kebutuhan air bersih menggunakan air sungai.

“Sudah 15 tahun saya tinggal di sini bersama ibu saya. Tapi sejak ibu saya sakit 2 bulan lalu, ibu pindah ke rumah kakakku di Pasar Baru. Jadi selama ini hanya saya bersama anakku di sini,” tutur Nurmelan, sembari mengatakan bahwa dirinya sudah ditinggal kawin suaminya 5 tahun lalu.

Diceritakannya, sejak saat itu, dirinya harus mengutip barang bekas (botot) untuk bisa membutuhi kehidupannya sehari-hari. Sementara bantuan dari pemerintah pun belum pernah diterimanya selama ini.

“Bantuan dari pemerintah belum pernah ada. Alasannya karena saya masih satu KK dengan ibu saya. Sementara pernah saya coba mengurus untuk pecah KK, malah dipersulit. Sehingga saya harus berjuang sendiri membotot agar bisa makan bersama anakku ini,” ucapnya.

Dirinya berharap, pemerintah daerah setempat bisa mempedulikan nasib yang dialaminya. “Harapan saya, pemerintah bisa membantu pengurusan administrasi kependudukan saya sehingga anak saya ini bisa sekolah,” pintanya. (Eko Setiawan)

0Shares
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
Related News