Soal Kabar Warga Cibeunying Cimenyan Meninggal Terinfeksi CORONA, Tidak Benar!

JayantaraNews.com, Cimenyan

Kabar yang beredar terkait adanya warga RW 26 Kp Ligar Mekar, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang meninggal pada Senin (18/5) di Rumah Sakit Hermina, dan diisukan terkonfirmasi Virus Corona (Covid-19), nyatanya Tidak Benar.

Hal ini menyusul adanya pernyataan Sumini, Kakak Ipar almarhum, mewakili pihak keluarga yang menyampaikan, bahwa kematian Almarhum Yahya, warga Kp Ligar Mekar RW 26 Kelurahan Cibeunying itu tidak terkonfirmasi (terjangkit) Virus Corona.

Saat dipertanyakan, apakah almarhum Yahya meninggal karena terjangkit Corona ? Melalui JayantaraNews.com, ia mengatakan, “Bukan, Pak. Saya sudah koordinasi dengan pihak keluarga almarhum, bahwa almarhum hanya sakit biasa. Tapi karena di Rumah Sakit diisolasi dan mengikuti SOP RS, dan menurut SOP RS, kalau pasien diisolasi dan terus meninggal, harus diurus melalui Protokol Covid-19.”

“Sudah ada keterangan dari pihak RS Hermina, bahwa almarhum Negatif Corona, Pak,” tambahnya. 

“Terima kasih ke semua pihak, saya atas nama pihak keluarga Bapak Yahya almarhum, mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan dan kekhilafan. Sekaligus memberitahukan, bahwa terkait almarhum Bapak Yahya yang dimakamkan di Pemakaman Cikadut, itu karena Prosedur dari Rumah Sakit, dimana kalau ada pasien yang meninggal di ruang isolasi, walaupun bukan terinfeksi Covid-19, SOP-nya tidak boleh dibawa ke rumah, dan harus langsung dibawa ke Cikadut,” ujarnya.

Hal demikian pun ditekankan lagi oleh Supriyadi, selaku Wakil Ketua RT 05 RW 26 Ligar Mekar. Menurut penuturan Supriyadi, selaku Wakil Ketua RT 05 RW 26 yang ikut mengantar jenazah dalam pemakaman Almarhum Yahya mengatakan, bahwa saat mau dimakamkan di pemakaman Cikadut pun sempat ditolak, karena alasan wilayah kabupaten ke kotamadya, selain tempat pemakaman tersebut khusus untuk jenazah yang terkena Covid. Namun setelah dijelaskan bahwa itu sesuai SOP dari pihak Rumah Sakit, baru pihak pengurus (petugas) pemakaman pun memahami,” kata Supriyadi.

Sementara, Ketua RT 03, Jaka Sukmaya menceritakan sekilas riwayat penyakit almarhum. Ia mengatakan, “Sebelum ada Covid-19, tadinya memang almarhum sudah ada riwayat penyakit, dari kurangnya pendengaran (cairan) lantas lari ke kepala,” ucapnya.

Dikatakan Jaka, karena almarhum juga mempunyai penyakit diabetes, lambung dan paru-paru. “Jadi apa yang diterangkan dalam rekam medis Rumah Sakit Hermina, adanya penyakit khusus, yaitu karena pendengaran pecah, keluar air. Sementara yang menular itu karena almarhum mempunyai panyakit paru-paru, dan yang tidak menular, karena almarhum mempunyai penyakit diabetes,” imbuhnya.

Keterangan demi keterangan pun terus dikorek JayantaraNews.com, agar lebih meyakinkan ke masyarakat sehingga tidak timbulnya isu dan miskomunikasi di masyarakat. Yakni dibuktikan dengan koordinasi antara pihak Puskesmas Cibeunying dengan pihak Rumah Sakit Hermina, yang menjelaskan bahwa Almarhum Yahya dinyatakan Negatif dan tidak terkonfirmasi ataupun terjangkit Virus Corona.

Sementara itu, Haji Suwarno, Tokoh Masyarakat sekitar, yang didampingi Rajiman selaku Ketua RW 26 menegaskan. “Adanya kejadian seperti ini, bukan lantas diabaikan. Namun patut dijadikan perhatian semua pihak, baik dari Jajaran Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepengurusan, Karang Taruna, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, DKM dll, agar cepat tanggap dan sigap. Terlepas terkait persoalan Covid dan apapun bentuknya, jangan diam ataupun mengabaikan. Persoalan apapun jangan dianggap sepele,” ujarnya.

Kepengurusan yang hadir saat itu juga mengajak dan selalu mengingatkan terkhusus untuk warga Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, agar selalu patuhi protokol kesehatan. Jaga jarak, sering-sering cuci tangan, diam di rumah saja dan pakai masker bila keluar rumah, selain jaga kesehatan dengan pola makan yang baik, tutupnya, Rabu (20/5/2020). (Han2/Yudin)

0Shares