BKPH Lengkong Sukabumi Butuh 150 Orang Tenaga Lapangan, Gaji Saingi ASN

JayantaraNews.com, Sukabumi

Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lengkong, KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Kabupaten Sukabumi, masih mengalami defisit tenaga buruh lapangan sekitar 150 orang. Angka tersebut didapat dari hasil rasio perbandingan antara luas lahan hutan dengan jumlah buruh yang ada saat ini.

Buruh harian lepas penyadap yang aktif bekerja di bawah naungan BKPH Lengkong berjumlah sekitar 620 orang. Ratusan buruh tersebut masing-masing bekerja di 4 (empat) wilayah KRPH Hanjuang Barat, Selatan, Tengah, dengan luas lahan keseluruhan kurang lebih 3.000 hektar.

Asper BKPH Lengkong, Dede S.

Saat ditemui JayantaraNews.com, Dede S., selaku Asper BKPH Lengkong menjelaskan, “Jika mengacu pada luas lahan garapan dalam hitungan hektar, saat ini setiap buruh memiliki area lahan sadapan rata-rata seluas 4 hektar. Satu orang per-hektar, jika letak tanam dari satu pohon ke pohon lain berjarak agak rapat. Tapi jika jaraknya cukup berjauhan, lahan sadapan hanya mencapai sekitar 2 hektar,” katanya, Rabu (17/2/21).

Secara matematis, lanjut dia, saat ini Asper BKPH Lengkong masih membutuhkan suntikan tenaga baru lebih dari 150 orang. “Kekurangan tenaga buruh diakibatkan banyaknya pegawai yang lebih tergiur dengan pekerjaan yang bersifat spekulatif dan temporer. Mereka memilih melepas pekerjaan dengan penghasilan yang pasti dan memdapatkan jaminan asuransi dari perusahaan,” ujarnya.

Pada bagian lain dia mengatakan, setiap kilogram getah pinus, buruh mendapatkan upah sebesar Rp3.500,00. Jika dalam satu hari setiap buruh bisa menghasilkan sadapan getah pinus sebanyak 40 kilogram,  maka dalam satu bulan dia mandapatkan upah sebesar Rp4,2 juta, bahkan bisa lebih jika ditekuni. Hanya modalnya kita punya keinginan tekun, rajin dan punya tenaga, pasti berhasil dan ini terbukti,” pungkas Dede. (Pid/Sep)

0Shares