HomeLintas BeritaBPI KPNPA RI Apresiasi Kapolda Jatim Lakukan Penahanan Anggota Yang Salah Tangkap

BPI KPNPA RI Apresiasi Kapolda Jatim Lakukan Penahanan Anggota Yang Salah Tangkap

0Shares

BPI KPNPA RI Apresiasi Kapolda Jatim Lakukan Penahanan Anggota Yang Salah Tangkap

JayantaraNews.com, Jakarta

Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) mengkritik keras untuk kesekian kali, atas lemahnya pengawasan dalam prosedur penangkapan yang berujung kesalahan oleh salah satu anggota kepolisian yang baru saja terjadi oleh Satuan Narkoba Polres Malang Kota terhadap anggota perwira menengah Tentara Nasional Indonesia (TNI), pada Kamis ( 25/3/2021).

Ditemui di Kantor BPI Tower di bilangan Kota Tangerang Selatan, Ketua Umum BPI KPNPA RI Tubagus Rahmad Sukendar, SH., S.sos., mengatakan, bahwa kejadian tersebut adalah preseden buruk untuk Kapolri.

Baca : Kejadian Salah Tangkap Terhadap Perwira TNI, BPI KPNPA RI: Memalukan! Kapolri Harus Berani Pecat Anggotanya – https://www.jayantaranews.com/2021/03/72707/

“Kejadian ini sangat memalukan institusi Polri. Di tengah 100 hari kerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam proses transformasi Polri menuju Prediktif, Responsibiltas dan Transparansi Berkeadilan (PRESISI).”

Menurut pria yang pernah masuk bursa calon Ketua Komisioner KPK itu, bahwa diperlukannya tindakan tegas Kapolri dalam menindak anggota yang melakukan salah tangkap.

“Salah tangkap sudah pasti mencederai Prediktif, yang artinya memprediksi data yang mereka dapatkan guna mengukur dan menggambarkan apa yang akan terjadi kedepan dalam melakukan penindakan. Maka diperlukannya pengawasan,” ucapnya.

Ketika ditanyakan, harapan atas kejadian salah tangkap Perwira TNI, dirinya meminta Kapolri harus berani dan ambil sikap tegas, jika dalam penegakan supremasi hukum dalam penindakan terjadi pelanggaran kode etik dan profesi terkait kesalahan penangkapan dapat memberikan hukuman yang seberat-beratnya.

“Sinergitas TNI – POLRI sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan nasional. Kita lihat  keberanian Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam memecat anggota TNI AD yang terlibat dalam penyerangan Polsek Ciracas, adalah bukti keseriusan dalam menindak anggotanya yang telah melanggar kode etik dan Profesi di TNI AD. Saya berharap, Kapolri juga berani memecat anggota Polisi yang salah tangkap terhadap anggota Perwira TNI di Malang,” tegasnya. (Tim)

0Shares
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
Related News