Soal Pembangunan Cekdam Perbatasan Pangauban & Cinangela, Abas Salman: Untuk Pemberdayaan Masyarakat

JayantaraNews.com, Kab. Bandung

“Pembangunan cekdam atau bendungan yang berlokasi di Kampung Pasirbatu Desa Cinanggela Kecamatan Pacet, yang berbatasan dengan Desa Pangauban, Kabupaten Bandung, dalam pengerjaan telah sesuai spesifikasi atau RAB yang telah ditentukan.” Demikian disampaikan Abas Salman Tamin, selaku pelaksana proyek tersebut, ketika mengklarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya yang sudah viral, melalui JayantaraNews.com, Minggu (9/5/2021).

Baca : Proyek Cekdam di Perbatasan Desa Pangauban-Cinanggela Diduga Lakukan Eksploitasi, Gunakan Batu dari Kali – https://www.jayantaranews.com/2021/05/74324/

Abas menjelaskan, “Adapun terkait penggunaan batu kali itu, mengingat di tengah pandemi Covid-19, masyarakat membutuhkan pekerjaan. Maka dalam upaya memberdayakan masyarakat, pembangunan dalam pekerjaan dan pengadaan material ya dipadat-karyakan kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, dalam pengadaan material, dimana toko material juga sangat jauh, dan kendaraan truck tidak bisa masuk ke lokasi. Selain itu juga memakan biaya yang cukup besar, karena harus 3 kali mengangkut bahan material. “Maka dari itu, untuk memudahkannya, pemborong membeli bahan material dari masyarakat pekerja batu di daerah Pasirbatu Desa Cinanggela. Karena sesuai dengan instruksi pemerintah, bahwa kita harus memberdayakan masyarakat sekitar pembangunan. Sementara, para pekerja proyek pun mayoritas warga Desa Cinanggela, Kecamatan Pacet. Sehingga, untuk pembelian salah satu material proyek, saya memberdayakan masyarakat setempat sebagai penjual batu belah,” ucapnya.

“Bahkan saya pun saat membeli batu belah dari warga, harus melakukan kubikasi kembali. Karena warga setempat menjualnya dengan cara satu pikulan (satanggungan),” paparnya.

“Alhamdulillah, secara ekonomi mereka merasa terbantu dengan dibelinya batu-batu yang mereka jual, karena harganya saya beli dengan harga toko material,” sebut Abas Salman Tamin.

Senada disampaikan Ade, salah seorang pekerja penjual batu belah, saat dihubungi Minggu (9/5). Ia mengatakan, “Alhamdulillah, dengan adanya proyek bendungan ini, saya merasa terbantu. Karena saya sebagai pekerja batu belah, bisa dibeli dengan harga yang sama dengan di toko material. Makanya saya sangat berterima kasih sekali dengan proyek pembangunan cekdam ini,” tutupnya. (Asep S/Egi BP)

0Shares