Soal Kisruh BPNT Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat Pancatengah Akan Lakukan Audiensi

JayantaraNews.com, Tasikmalaya

Bantuan Sosial Pangan (BSP) Program Sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, saat ini menjadi topik hangat dalam perbincangan sejumlah tokoh masyarakat.

Pasalnya, banyak persoalan di lapangan mengenai Agen e-Warung yang diduga tidak memenuhi kriteria untuk menjadi agen, tidak sesuai dengan aturan pedoman umum (Pedum), namun seolah-olah dibiarkan oleh pihak terkait.

Salah satunya di Kecamatan Pancatengah, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Baca: Banyak Agen E-Warung BPNT Tasikmalaya Diduga Kangkangi Aturan PEDUM – https://www.jayantaranews.com/2021/02/71064/

Tokoh masyarakat Kecamatan Pancatengah, Adeng Mutaqin menyebut, bahwa bukan hanya persoalan Agen e-Warung saja, melainkan ada komoditi yang diterima oleh beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dianggap kurang layak.

“Adanya isu tentang telur busuk, kentang busuk, kurangnya timbangan, ini harus menjadi perhatian semua pihak terkait untuk melakukan evaluasi di lapangan, agar kedepannya menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya melalui JayantaraNews.com saat diskusi di kediamannya.

Baca berita terkait: BPNT Kec. Pancatengah Tasikmalaya Kembali Mencuat, KPM Keluhkan Telur Busuk – https://www.jayantaranews.com/2021/05/75048/

Selain itu, lanjut Adeng, para pengusaha lokal harus terakomodir komoditi yang didagangkannya, agar bisa menjual kepada Agen e-Warung untuk selanjutnya disalurkan kepada para KPM.

“Kenyataannya, komoditi lokal dari petani seperti beras, pengusaha lokal berjualan telur sampai kini belum terakomodir, padahal kualitas yang diperjualbelikannya tidak jauh berbeda, masuk kategori layak dan diterima masyarakat,” tuturnya.

Dengan terakomodirnya pengusaha komoditi lokal, sambung Adeng, akan menciptakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal desa kecamatan. “Makanya itu perlu untuk diakomodir agar sedikit besarnya tercipta kesejahteraan bersama,” urainya.

Baca berita terkait: Kisruh BPNT Tasikmalaya, TKSK Pancatengah Tandatangani Surat Rekomendasi Penggantian Agen e-Warung Desa Tonjong – https://www.jayantaranews.com/2021/05/75096/

Atas hal itu, Adeng bersama para tokoh lain akan melakukan aksi audiensi secara resmi kepada pihak-pihak terkait yang menangani program BPNT. “Rencananya akan audiensi di tingkat kecamatan terlebih dahulu, kalau tidak ada penyelesaian dan solusinya di tingkat kecamatan, kami akan maju ke tingkat kabupaten,” tandasnya.

Adeng berharap, persoalan BPNT khususnya di wilayah Kecamatan Pancatengah dapat segera terselesaikan. “Agen e-Warung yang tidak sesuai dengan aturan Pedum segera cabut, dan pengusaha lokal/komoditi lokal agar terakomodir. Kualitas komoditi yang kurang layak diterima KPM untuk kedepannya agar ada perubahan ke arah yang lebih baik. Persoalan ini jangan sampai berlarut-larut yang akhirnya menimbulkan praduga pembiaran dan dugaan persekongkolan jahat pihak-pihak terkait,” tegasnya. (Nana JN)

0Shares