BPI KPNPA RI Soroti BPNT Tasikmalaya: Ketua TIKOR Harus Lakukan Evaluasi!

JayantaraNews.com, Tasikmalaya

Mengenai Bantuan Sosial Pangan (BSP) Program Sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, saat ini menjadi sorotan Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI)

Baca berita sebelumnya:
– Banyak Agen E-Warung BPNT Tasikmalaya Diduga Kangkangi Aturan PEDUM – https://www.jayantaranews.com/2021/02/71064/

– BPNT Kec. Pancatengah Tasikmalaya Kembali Mencuat, KPM Keluhkan Telur Busuk – https://www.jayantaranews.com/2021/05/75048/

– Soal Kisruh BPNT Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat Pancatengah Akan Lakukan Audiensi – https://www.jayantaranews.com/2021/06/75223/

Kabid Investigasi BPI KPNPA RI, Agus Chepy Kurniadi mengatakan, selain banyak dugaan penyimpangan dalam aturan Pedoman Umum (Pedum) sembako 2020, juga disinyalir adanya perusahaan/supplier BPNT di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang tidak memiliki izin Kementan, izin edar beras.

Kabid Investigasi BPI KPNPA RI, Agus Chepy Kurniadi

“Itu tidak menutup kemungkinan, karena di salah satu kabupaten/kota lain pun terjadi dugaan kasus perusahaan/supplier yang tidak memiliki izin edar beras, malahan terindikasi sampai memanipulasi izin Kementan. Yang ditulis pada label karung beras kemasannya Kementan, namun kenyataannya setelah di crosscheck bukan nomor izin Kementan milik perusahaan tersebut,” ungkapnya.

– Sinergitas BPI KPNPA RI dengan Kejagung, Wujudkan Kejaksaan Bersih dari Korupsi & Pungli – https://www.jayantaranews.com/2021/05/74726/

– Beri Penghargaan, Jaksa Agung Minta BPI KPNPA RI Jadi Mitra Strategis Kejaksaan Dalam Informasi & Pulbaket Tipikor – https://www.jayantaranews.com/2021/03/71896/

Menurut Agus, ketertiban secara administrasi perusahaan/supplier beras kemasan pada program BPNT untuk para KPM harus benar-benar sudah lengkap. “Apalagi kualitas berasnya harus Premium dan Harga Eceran Tertinggi (HET) nya pun sudah ditentukan. HET itu untuk melindungi konsumen agar mendapatkan kualitas beras yang memadai dan harga yang terjangkau, serta petani mendapat kepastian harga, dan pedagang masih mendapat keuntungan yang wajar,” terangnya.

Hal tersebut, lanjut Agus, tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57/MDAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 31/Permentan/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras.

“Kalau perusahaan/supplier harus memiliki izin edar beras, izin Kementan, dan harus mencantumkan label pada kemasan pangan. Sebagaimana peraturan Pasal 142 Jo.91 Ayat (1) UU RI No. 18/2012 tentang Pangan dan Permentan RI No.53/PERMENTAN.KR.040/12/2018 tentang Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan. Selain itu, harus dilengkapi Label dengan Bahasa Indonesia Pada Barang Yang Diperdagangkan di Dalam Negeri Terhadap Kemasan Beras, sebagaimana Pasal 104 UU RI No.7/2014 tentang Perdagangan Jo. Permendag No. 8/2019 tentang Kewajiban Pencantuman Label Kemasan Beras,” urainya.

– BPI KPNPA RI Anugerahi Setia Untung Arimuladi sebagai Kajati Terbaik – https://www.jayantaranews.com/2021/03/72395/

– Dukung Kapolri Berantas Pungli & Premanisme, BPI KPNPA RI: Jajaran Yang Tak Mengindahkan, Ganti Saja! – https://www.jayantaranews.com/2021/06/75558/

Atas hal itu, sambung Agus, persoalan BPNT di wilayah Kabupaten Tasikmalaya khususnya Kecamatan Pancatengah, harus disikapi secara cepat tanggap dan serius oleh stakeholder terkait. “Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya selaku Ketua Tim Kordinasi (TIKOR) dan Kepala Dinas Sosial selaku Sekretaris TIKOR segera turun ke lapangan dan lakukan evaluasi. Jangan sampai ada dugaan pembiaran oleh TIKOR dan Sekretaris TIKOR,” tegasnya.

– Jalin Kemitraan Strategis, Kabareskrim & BPI KPNPA RI Bahas soal Mafia Tanah, Tipikor, Pidum hingga Pengawasan Internal – https://www.jayantaranews.com/2021/04/73443/

– BPI KPNPA RI Apresiasi Polda Jabar Dalam Penanganan Kasus Dugaan Investasi Bodong KSP SB 27 M – https://www.jayantaranews.com/2020/10/64942/

Selanjutnya, Tim Investigasi BPI KPNPA RI akan turun ke lapangan guna melengkapi bukti perusahaan/supplier beras BPNT yang diduga tidak lengkap perizinannya. “Setelah itu, kami akan langsung berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan Polda Jawa Barat,” pungkasnya. (Hakim/Nana JN)

0Shares