Sempat Viral Diberitakan, Dinsos Kab. Pangandaran Kunjungi Keluarga Disabilitas

JAYANTARANEWS.COM, Pangandaran

Rombongan dari Dinas Sosial yang diwakili Dewi Sundari, selaku Kabid Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pangandaran tiba di kediaman keluarga Enok Heni, di Desa Karangmulya, Kec. Padaherang. Kunjungan ke kediaman Enok Heni (orangtua Laela Agustin, penyandang disabilitas) dilakukan, menyusul viralnya pemberitaan di berbagai media belum lama ini. 

Baca berita sebelumnya: Keluarga Disabilitas di Padaherang Pangandaran Butuh Perhatian Pemerintah & Uluran Dermawan
https://www.jayantaranews.com/?p=83709

Dewi Sundari mengatakan, “Kami baru menerima kabar ini kemarin. Jadi untuk disabilitas menunggu asesmen dulu, nanti mau ke balai palmata atau bagaimana, terus setelah saya wawancara dengan ibunya (Enok Heni), sudah merasa tidak mampu mengurus anaknya yang ke-tiga. Mungkin nanti dari Dinas Sosial mau koordinasi dengan  panti yang ada di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.

Yang menjadi kebingungan ibunya, kata Dewi, anak tersebut nggak bisa jauh dari sang ibu. “Nah, itu yang jadi masalahnya. Kemungkinan kedepannya Bu Enok mau menyerahkan ke Panti Dinas Sosial, yang Insyaallah akan mencari panti di wilayah Jawa Barat untuk merawat dan meneruskan sekolah anaknya,” jelasnya.

Kabid Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pangandaran, Dewi Sundari

Lanjut Dewi, langkah saat ini, mungkin kami hanya bisa memberikan sembako saja untuk sehari-harinya. Terus nanti ada asesmen lagi, mengenai akan bagaimana tindakan selanjutnya, atau ibunya mau mengikhlaskan anaknya yang ke-tiga untuk dititipkan di panti dan disekolahkan, urainya.

Intinya, imbuh dia, untuk anak disabilitas tersebut harus dilaporkan dulu ke pihak balai apa adanya. “Kami tidak bisa memutuskan sekarang, seperti apa dan harus bagaimana? karena ada prosesnya, dan kondisi anak tersebut sudah mengkhawatirkan. Kebetulan ini Teksos juga hadir, kita tunggu saja keputusan sesudah kami membuat laporan,“ ucap Dewi.

Selain dari Dinas Sosial, hadir pula Kepala Puskesmas Padaherang, Suryati. Ketika diwawancarai ia mengatakan, “Kami datang ke tempat lokasi dalam rangka kunjungan ke pasien disabilitas. Kami hanya memberikan motivasi kepada ibunya, karena meskipun anaknya menyandang disabilitas, namun tetap harus diurus dengan baik,” ungkapnya.

Suryati sampaikan, bahwa menyikapi persoalan ini, nanti dari Puskesmas akan ada Bidan Desa yang diprogramkan untuk kunjungan. “Karena Laela Agustin sebenarnya sehat, hanya banyak kekurangan-kekurangannya. Jadi kami akan memberi jadwal ke Bidan Desa agar mau berkunjung kepada pasien tersebut sesuai jadwal,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Abah Rahmat, pihak Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kec. Padaherang yang juga ikut hadir pada kesempatan tersebut menuturkan, “Surat pengantar pengajuan bantuan ke Baznas sudah dipersiapkan. Insyaallah akan langsung disampaikan ke pihak Baznas,” terangnya.

Ditambahkan Abah Rahmat, “Untuk pembuatan kartu BPJS – Kartu Indonesia Sehat (KIS) belum ada kuota. Tapi mudah-mudahan nanti bisa didaftarkan dan kuotanya ada. Sedangkan untuk mendapatkan bantuan dari program BPNT, itu tidak bisa langsung dapat, karena harus proses dulu, masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), prosesnya sekitar bulan Maret, karena sekarang aplikasinya juga belum dibuka,” jelas Abah.

Menurut Abah Rahmat, “Untuk sementara ini, pihak desa sudah bermusyawarah, bahwa untuk mendapatkan BLT DD bagi keluarga disabilitas tersebut akan dialokasikan di tahun 2022 ini, yang besarannya mencapai Rp3,6 juta per-tahun,” sebutnya.

Kita semua hanya berharap, agar warga masyarakat yang miskin dan terlantar di wilayah Kab. Pangandaran khususnya, mendapat perlakuan yang sama. Semoga. (Nung)

0Shares