Ada Apa dengan Program BSPS di Jatisari Kedungreja Cilacap???

JAYANTARANEWS.COM, Cilacap

Setelah potongan HOK dikembalikan oleh terduga oknum beberapa waktu lalu, dan nota pembelian serta Daftar Rencana Penerima Bantuan (DRPB) yang hanya sebagian diberikan kepada penerima manfaat, sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya di JayantaraNews.com, kini terendus kembali hal janggal yang masih dalam rentetan kasus tersebut.

Baca berita sebelumnya:
KPM Program BSPS di Jatisari Cilacap KECEWA: HOK ada Potongan, Material Tak Sesuai Harapan
https://www.jayantaranews.com/?p=83273

Dipertanyakan Soal Potongan HOK & Material BSPS Jatisari, Ini Pernyataan Kasi Sarpras Disperkimtan Kab. Cilacap:
https://www.jayantaranews.com/?p=83424

Terendus Diberitakan & Dilaporkan ke APH, Oknum Terduga Pelaku di Jatisari Cilacap Kembalikan HOK ke KPB
https://www.jayantaranews.com/?p=83601

Soal Pengembalian Uang HOK & DRPB BSPS Desa Jatisari Cilacap, Ini Pernyataan NSVT Provinsi Jateng:
https://www.jayantaranews.com/?p=83702

Menurut informasi dari sumber terpercaya, bahwa adanya kertas berupa daftar hadir yang dibawa oleh Ketua Kelompok Keluarga Penerima Bantuan (KPB), dimana kertas tersebut dibawa ke masing-masing penerima manfaat untuk ditandatangani, Jumat (14/1/2022) siang.

Salah satu Keluarga Penerima Bantuan (KPB) yang namanya tidak mau disebutkan, pada Jumat (14/1/2022) mengatakan terkait kedatangan ketua kelompok ke rumahnya. “Tadi ada ketua kelompok datang ke sini. Katanya suruh tanda tangan saja, saya kan kaget dan saya lihat tulisannya cuma nama-nama para Keluarga Penerima Bantuan (KPB) saja, tidak ada apa-apanya. Sepintas saya tanya, katanya tanda tangan tersebut masih ada kaitannya dengan material,” jelasnya, seraya menambahkan, “depan kertas berbentuk seperti daftar hadir, tapi seperti ada surat penyataan atau apalah.”

Menurut sumber, “Dalam kertas tersebut, kalau enggak salah ada seperti tanda tangannya Pak Lurah dan bermaterai. Untuk apa-apanya saya tidak paham,” urainya.

Anehnya, kata dia, waktu menyodorkan penandatanganan kertas tersebut, ketua kelompok nampak tergesa-gesa. “Katanya lembaran tersebut harus segera diserahkan ke Pak Lurah,” beber sumber.

Mengenai pengiriman material, imbuh sumber, bahwa menurut Keluarga Penerima Bantuan (KPB) yang dilayani oleh TB Agus Rahayu, seperti; pasir, paku, bendrat, split, dll. Adapun yang dari TB Sagita, adalah; kusen pintu/daun pintu, kusen jendela/daun jendela, bata.

Dikatakan sumber, “Kalau dilihat distempel, alamatnya Jatisari. Tapi TB Sagita itu aslinya bukan toko material, cuman namanya saja. Materialnya juga enggak ada apa-apanya. Di dalamnya semacam toko baju, bukan toko material, cuma namanya saja,” ucapnya.

Masih menyikapi kejanggalan tersebut, Tim JayantaraNews.com pun mencoba menggali informasi lebih dalam, yakni dengan melakukan konfirmasi melalui Arif, selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Jatisari.

Saat dihubungi melalui telepon WhatsApp-nya, Arif tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut, hanya menyuruh kami untuk datang ke kantor desa mengajak ketemu di Desa Jatisari. “Supaya kita kenal, kan kita belum kenal,” ucapnya. Dan hingga berita ini ditayangkan, Tim JayantaraNews.com belum kembali menemui Sekdes Jatisari.

Lain halnya ketika Tim JayantaraNews.com mencoba mengkonfirmasi Ketua Kelompok KPB melalui pesan singkat WhatsAppnya, pada Minggu (16/1/2022). Namun disayangkan, rupanya ketua kelompok masih malu-malu kucing, hingga enggan memberikan balasan.

Secara terpisah, Gus Hendrayana dari Lembaga Pemantau Anggaran Publik (LPAP) melalui JayantaraNews.com meyampaikan, bahwa dirinya sudah melaporkan atas dugaan penyelewengan program BSPS tersebut ke pihak aparat penegak hukum (APH), No : 022/Lapdu-BPK/LPAP/I/2022.

Dia katakan, program tersebut bisa juga menjadi ajang bancakan para oknum. Untuk itu diharapkan kepada APH agar segera menindaklanjuti atas laporan dugaan penyelewengan BSPS Desa Jatisari tersebut.

“Kami yakin dan percaya, Polri akan bekerja secara profesional tanpa pandang bulu, sesuai dengan arahan dan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” tutupnya. (Nung/Tim)

0Shares