Tanah Carik Desa Mekarwangi Lembang Diduga DIJUAL: Uang Dikembalikan, Tanah Masih Dihuni

JAYANTARANEWS.COM, Lembang-KBB

Sungguh aneh tapi nyata. Inilah yang terjadi di wilayah Kab. Bandung Barat, dimana masih semrawutnya persoalan pertanahan di tingkat desa. Tak pelak, semrawutnya administrasi pertanahan di Kab. Bandung Barat (KBB) pun jadi polemik yang kerap kali menimbulkan sengketa pertanahan hingga meruncing.

Seperti yang terjadi di Desa Mekarwangi, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat misalnya. Dimana tanah carik milik Desa Mekarwangi itu, kini hanya tinggal catatan saja. Dan berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Investigasi JayantaraNews.com, bahwa tanah carik milik Desa Mekarwangi nyatanya telah hilang.

Baca berita terkait: Mantan Kades Mekarwangi Lembang Diduga Jual Tanah Carik, APH Adem-adem Bae
https://www.jayantaranews.com/?p=83653

Dari total luas 2800 M2, kini hanya tinggal 700 M2, dan sisa sebanyak itu kini diduga telah dihak (dikuasai) oleh beberapa warga yang telah menempati areal tersebut, dengan alasan telah membeli tanah tersebut kepada seorang mantan Kades. Ironis bukan?

Adanya informasi penjualan tanah carik kepada warga, hingga mengusik Tim Investigasi JayantaraNews.com untuk melakukan konfirmasi dan koordinasi ke beberapa pihak terkait.

Tim pun mendatangi Kantor Desa Mekarwangi, Kec. Lembang guna meminta penjelasan mengenai adanya dugaan penjualan tanah carik desa oleh beberapa oknum, yang kebetulan pada saat itu pun sudah berkumpulnya beberapa tokoh desa guna membahas persoalan hilangnya tanah carik desa dimaksud.

Dalam pertemuan tersebut, mantan Kades Mekarwangi H. Dadi, yang hadir pada saat itu menyampaikan sebuah pengakuan. “Memang betul, saya telah menjual tanah carik itu. Namun saya pun sudah mengembalikan uang itu kepada pembeli, jadi sudah tidak ada lagi apa-apa. Sedangkan belum adanya pembongkaran dan pemindahan rumah yang ada di tanah carik tersebut, itu adalah kewenangan pemerintah desa,” tuturnya.

“Bukti pengembaliannya sudah saya kantongi, termasuk kuitansi jual belinya pun sudah saya tarik kembali, dan sudah batal jual beli tanah cariknya. Jadi sudah tidak ada masalah lagi,” kilah H. Dadi, mantan Kades Mekarwangi.

Sementara itu, Yadi, Kades Mekarwangi mengatakan, “Kalau untuk pemerintahan desa tidak tahu menahu masalah adanya penjualan, dan baru tahu sekarang. Karena sepengetahuan saya, tidak ada dokumen jual beli tanah carik desa, dan bila memang itu terjadi, saya dan Pak Dadi selaku mantan Kades akan mengadakan musyawarah untuk meluruskan permasalahan ini,” terangnya.

“Selain itu juga, saya berharap kepada Pak Dadi, agar bisa menjelaskan perihal tanah carik itu, dan untuk segera memindahkan bangunan rumah yang berdiri di atas tanah carik tersebut,” pintanya.

Alih-alih, adanya berbagai macam dalih atas penjualan tanah carik desa itu pun otomatis tuai sorotan. Aneh, karena konon katanya uang penjualan tersebut dikembalikan, namun posisi tanah carik desanya masih dikuasai oleh pihak pembeli. Terkesan, bahwa oknum penjual tanah carik desa itu tidak mau bertanggung jawab. Hanya sebatas mengembaikan uang kepada pembeli, namun tidak menyerahkannya secara utuh tanah carik tersebut ke pihak Pemerintahan Desa Mekarwangi.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Investigasi JayantaraNews.com masih melakukan penelusuran, terkait siapa dalang ataupun pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan jual beli tanah carik tersebut. “Bila secara persuasif tidak adanya titik temu, kemungkinan besar kita lanjut ke ranah hukum. Karena dikembalikannya uang, bukan berarti selesai masalah. Secara perdata mungkin boleh dianggap selesai, namun bentuk konsekwensi secara pidana saat mereka pada menjabat, tidak selesai begitu saja!” tegas Agus Chepy Kurniadi, selaku Pemimpin Umum Media Online JayantaraNews.com, yang juga Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jabar itu. (Tim JN)

Bersambung…!!!

0Shares